Nusantara, Kabar SDGs – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Dinas Perkebunan Kalimantan Timur dan sejumlah mitra strategis menggelar penanaman kopi liberika sekaligus webinar memperingati Hari Kopi Nasional, Rabu (1/10). Kegiatan berlangsung di Embung MBH dan dilanjutkan dengan diskusi di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Mengusung tema “Menggali Potensi Pengembangan Kopi Liberika di Kalimantan Timur Sebagai Komoditas Unggulan”, acara ini melibatkan Pusat Penelitian Kopi Kalimantan Timur, pendamping desa, hingga pelaku usaha pariwisata. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penanaman 110 pohon kopi liberika di Embung MBH, kemudian berlanjut ke webinar Bincang Komoditas Perkebunan Lestari Kalimantan Timur (Bingka Kaltim) seri ke-9.
Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, mengingatkan momentum penting pemindahan ibu kota yang telah ditetapkan melalui Perpres 79. “Selamat datang Bapak Ibu di KIPP IKN. Kami ingin mengingatkan kembali tentang Perpres 79, yang memastikan perpindahan ibu kota politik ke IKN pada 2028. Acara ini adalah bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan dan membangun Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia,” ujarnya melalui Humas Otorita IKN.
Webinar menghadirkan beragam narasumber, mulai dari Asosiasi Café dan Barista Kaltim, petani kopi liberika, Ketua Substansi Benih Tanaman, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, hingga praktisi perhotelan dan pariwisata.
Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur yang diwakili Ketua Harian Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan Kaltim, Yus Alwi Rahman, menekankan potensi besar kopi liberika sebagai komoditas unggulan. “Keunggulan kopi liberika ini luar biasa, sangat adaptif dengan berbagai kondisi cuaca dan lokasi sehingga cocok ditanam di Kaltim. Selain memiliki cita rasa khas yang kuat, kopi liberika juga memiliki potensi pasar yang luas,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, kopi liberika diharapkan tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga ikon identitas Kalimantan Timur dan Nusantara sebagai ibu kota negara berkelanjutan yang berkelas dunia.












Discussion about this post