Bengkalis,KabarSDGs – Bupati Bengkalis Kasmarni meninjau langsung kawasan Hutan Talang sekaligus memantau rencana pengalihan kendaraan bertonase besar menuju Jalan Lingkar Barat Duri. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari penataan kota, penyediaan ruang terbuka, serta upaya menciptakan lalu lintas yang lebih tertib di Duri dan sekitarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kasmarni menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 Hutan Talang akan dikembangkan sebagai ruang publik dengan menghadirkan jalur jogging track. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan pos pengawasan dan area parkir di luar kawasan hutan agar keindahan lingkungan tetap terjaga. Aktivitas pedagang masih diperbolehkan, namun kebersihan menjadi syarat utama agar suasana hijau dan ramah pengunjung tetap terpelihara.
Selain mengembangkan fasilitas olahraga, Pemkab Bengkalis juga menekankan pengaturan arus lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan berat ke Jalan Lingkar Barat sepanjang 33 kilometer. Jalur ini membentang dari KM 33 Balai Raja hingga KM 11 Simpang Air Kulim Desa Petani dan akan menjadi jalur utama kendaraan logistik. Rute dari Dumai ke Pekanbaru akan diarahkan melalui KM 11 Simpang Air Kulim, sedangkan kendaraan dari Pintu Tol Pinggir dan Jalan Gajah Mada menuju Pekanbaru dialihkan ke KM 33 Balai Raja. Untuk arah sebaliknya, dari Pekanbaru menuju Dumai, kendaraan akan masuk melalui KM 33 Balai Raja dan keluar di KM 11 Air Kulim.
Dari total panjang jalan tersebut, sekitar 25,25 kilometer akan ditetapkan sebagai jalan nasional agar pengelolaan dan perawatan lebih terjamin. Kasmarni menegaskan pengaturan ini akan dikoordinasikan dengan berbagai instansi demi kelancaran arus transportasi sekaligus mengurangi beban lalu lintas di pusat Kota Duri.
Dengan dua program strategis ini, Pemkab Bengkalis berupaya menghadirkan tata kota yang lebih tertib, menyediakan fasilitas olahraga yang nyaman, serta memperkuat infrastruktur transportasi demi kelancaran logistik dan keselamatan pengguna jalan.











Discussion about this post