Jember, Kabar SDGs – Gelaran Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2025 kembali menghadirkan kisah inspiratif. Dari total 15.171 peserta yang ikut serta pada Sabtu (23/8/2025), belasan penyandang disabilitas dari Persatuan Penyandang Disabilitas (Prapanca) Jember turut ambil bagian dan menjadi sorotan publik.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berpartisipasi dalam ajang olahraga rakyat terbesar di Jember ini. Ketua Regu Disabilitas Tajemtra 2025, Bahtiar Alhamid, menegaskan keikutsertaan mereka adalah perjuangan untuk memperoleh kesetaraan. “Motivasinya adalah kita ingin setara. Apalagi Tajemtra ini untuk umum, kenapa disabilitas enggak bisa ikut,” ujarnya.
Bahtiar bersama 11 rekannya, mayoritas penyandang tuna daksa, menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer dari Alun-alun Tanggul menuju Alun-alun Jember. Beberapa menggunakan kendaraan modifikasi, sementara lainnya dibantu relawan dengan kursi roda. Di tengah perjalanan, salah satu kendaraan sempat mogok akibat aki bermasalah. Namun, kendala itu segera teratasi berkat tim teknisi yang mereka siapkan sejak awal. “Makanya, kalau ikut acara seperti ini, kita selalu siapkan teknisi. Jadi kendala bisa langsung diatasi,” jelas Bahtiar.
Bagi kelompok difabel, Tajemtra tidak hanya soal mencapai garis finis. Lebih dari itu, mereka ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk hadir dan berkontribusi dalam ruang publik. Tahun ini menjadi kali kedua Prapanca Jember menaklukkan Tajemtra setelah sebelumnya ikut serta pada 2018. “Tahun 2019 sampai 2024 kami vakum, baru tahun 2025 bisa ikut lagi,” tambahnya.
Partisipasi penyandang disabilitas dalam Tajemtra 2025 memberikan pesan kuat bagi masyarakat. Semangat mereka menjadi inspirasi ribuan peserta lain, sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berbaur dan berkarya bersama.












Discussion about this post