• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
25 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Rp200 Triliun Terbang ke Luar Negeri, Pakar Kesehatan Soroti Krisis Kepercayaan Layanan Medis Domestik

by SDGS Admin
27 Juni 2025
Rp200 Triliun Terbang ke Luar Negeri, Pakar Kesehatan Soroti Krisis Kepercayaan Layanan Medis Domestik
21
SHARES
134
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Ketua Ikatan Ekonom Kesehatan Indonesia, Hasbullah Thabrany, menyoroti masifnya pengeluaran warga Indonesia untuk berobat ke luar negeri yang diperkirakan mencapai Rp200 triliun. Menurutnya, angka ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap layanan kesehatan di dalam negeri.

“Jumlah ini setara hampir sepertiga dari belanja kesehatan nasional tahun 2024 yang mencapai Rp670 triliun. Ini sinyal kuat bahwa sistem layanan kita perlu dibenahi,” ujar Hasbullah dalam wawancara dengan Pro 3 RRI, Rabu (25/6/2025).

BACA JUGA

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. (Dokumentasi|Kemenkes)

Menkes: Pengobatan Tradisional Jateng Menjadi Destinasi Wisata Medis

4 Juli 2020

Hasbullah menjelaskan, negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan favorit warga Indonesia karena dinilai menawarkan layanan lebih baik dengan biaya yang relatif terjangkau. Warga dari wilayah seperti Aceh, Medan, dan Riau bahkan lebih memilih ke Penang ketimbang ke Jakarta karena jaraknya yang lebih dekat dan efisien secara biaya.

“Kalau rumah sakit di dalam negeri bisa memberikan layanan berkualitas dengan harga yang masuk akal, tentu masyarakat tak perlu mencari pengobatan ke luar negeri,” tambahnya.

Ia menilai fenomena ini diperparah oleh perilaku sebagian pejabat yang juga memilih berobat ke luar negeri, menciptakan kesan bahwa layanan kesehatan nasional belum mampu bersaing.

Di sisi lain, Hasbullah mengungkap bahwa banyak rumah sakit besar di Indonesia masih enggan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan karena merasa tarif JKN tidak menguntungkan secara finansial. Akibatnya, pasien menengah ke atas yang ingin memanfaatkan JKN pun kesulitan mengakses rumah sakit unggulan di dalam negeri.

“Karena keterbatasan ini, masyarakat kelas menengah lebih memilih pengobatan di luar negeri, yang ironisnya justru menambah beban devisa negara,” katanya.

Meski begitu, Hasbullah menyarankan agar angka Rp200 triliun tersebut dikaji lebih lanjut. Ia menduga, angka tersebut tidak murni untuk layanan medis, namun juga mencakup pengeluaran lain seperti hotel, transportasi, dan belanja konsumtif saat pasien dan keluarga berada di luar negeri.

Ia juga menyoroti lemahnya pemberdayaan sektor kesehatan nasional, mulai dari industri farmasi, alat kesehatan, hingga tenaga kerja rumah sakit yang seharusnya bisa tumbuh pesat jika kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan dalam negeri meningkat.

“Seharusnya, Indonesia bisa menjadi tujuan wisata medis, bukan sebaliknya. Jika pelayanannya baik, bukan hanya masyarakat Indonesia yang dirawat di sini, tapi juga pasien dari luar negeri,” pungkas Hasbullah.

Share8SendTweet5
Previous Post

Pedagang Pasar Baru Gresik Keluhkan Distribusi Minyakita Tak Lancar, Harga Melejit di Atas HET

Next Post

PT Smelting dan Dekranasda Gresik Jalin Kolaborasi untuk Angkat Batik Lokal ke Pentas Global

Next Post
PT Smelting dan Dekranasda Gresik Jalin Kolaborasi untuk Angkat Batik Lokal ke Pentas Global

PT Smelting dan Dekranasda Gresik Jalin Kolaborasi untuk Angkat Batik Lokal ke Pentas Global

YBM PLN Dukung Perempuan UMKM Bangkit dan Berdaya Lewat Program Gerobak Cahaya

YBM PLN Dukung Perempuan UMKM Bangkit dan Berdaya Lewat Program Gerobak Cahaya

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Gelar Kampung Siap Kerja untuk Warga Surabaya

Pelindo Gelar Kampung Siap Kerja untuk Warga Surabaya

25 Mei 2026
Dolar, Wakaf, dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang di Tengah Krisis

Dolar, Wakaf, dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang di Tengah Krisis

25 Mei 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di 23 Daerah

25 Mei 2026
Waspada Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang! Ada Pemeliharaan Jalan oleh Jasa Marga

Waspada Kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang! Ada Pemeliharaan Jalan oleh Jasa Marga

25 Mei 2026
Rumah Hunian Aceh Tamiang, Dipastikan Nyamanan untuk Masyarakat

Rumah Hunian Aceh Tamiang, Dipastikan Nyamanan untuk Masyarakat

25 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Harga Sawit Kaltim Naik Dipicu Penguatan CPO

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Aceh Buka Bantuan Pendidikan Korban Bencana

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Kemnaker Buka Bantuan TKM Pemula 2026

    33 shares
    Share 13 Tweet 8

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.