• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
10 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Bali Punya Semua Potensi, Diminta Penguatan Digital dan Ekosistem Kreatif

by Riski Yanti
26 Juni 2025
Bali Punya Semua Potensi, Diminta Penguatan Digital dan Ekosistem Kreatif
23
SHARES
146
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Gianyar, KabarSDGs — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah pusat terhadap inisiatif lokal dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.

Hal ini disampaikan dalam dialog terbuka bersama para pegiat ekonomi kreatif di Gianyar, Bali—wilayah yang dikenal sebagai simpul budaya dan kreativitas yang tumbuh organik dari masyarakatnya.

BACA JUGA

Pemerintah Segera Bentuk Task Force untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Segera Bentuk Task Force untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

29 April 2026
Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

29 April 2026
Jajaki Kolaborasi Bersama Meta, Bawa Pegiat Ekraf Go Internasional

Jajaki Kolaborasi Bersama Meta, Bawa Pegiat Ekraf Go Internasional

29 April 2026

“Kita tidak bisa lagi membangun dari atas ke bawah. Pemerintah harus mendengar, memahami, lalu menjembatani kebutuhan dan semangat teman-teman di daerah yang sudah lebih dulu bergerak,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar, dalam diskusi di Kila Bistro Ubud, Bali.

Dalam suasana santai tetapi produktif, Wamen Ekraf berdialog dengan perwakilan komunitas, akademisi, pengusaha lokal, dan pemerintah daerah. Forum ini menjadi ruang penjaringan langsung terhadap gagasan, tantangan, dan potensi dari lapangan.

Dialog ini sejalan dengan visi ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bagi Indonesia, yang kekuatannya justru bertumpu pada komunitas dan potensi daerah.

Dalam forum ini, Kementerian Ekraf mencatat sejumlah potensi yang perlu difasilitasi lebih lanjut—mulai dari optimalisasi Balai Banjar sebagai pusat kreatif masyarakat desa, hingga pentingnya transformasi digital di sektor musik dan kriya.

Wamen Ekraf menyambut baik gagasan ini dan menilai pentingnya kolaborasi antara seniman, pengembang perangkat lunak, dan industri kreatif digital untuk menghadirkan solusi yang relevan secara budaya sekaligus kompetitif secara global.

Kementerian Ekraf melihat peluang besar dari usulan tersebut dan mendorong kolaborasi lintas subsektor untuk memperkuat produk budaya digital sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif masa depan.

Wamen Ekraf juga menyoroti pentingnya memanfaatkan Balai Banjar sebagai creative hub lokal yang terbukti menjadi ruang belajar kriya, kuliner, seni pertunjukan, hingga produksi budaya secara turun-temurun.

Menurut Wamen Ekraf, pembangunan ekonomi kreatif tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur baru, melainkan harus berpijak pada penguatan ekosistem yang sudah hidup.

“Bali punya semua: budaya, talenta, cerita, komunitas, bahkan jalur ekspor. Yang kita perlukan adalah penguatan ekosistem—dari regulasi, promosi, hingga transformasi digital. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri,” tegas Wamen Ekraf.

Aspirasi dan inisiatif dari Gianyar akan menjadi masukan strategis dalam arah kebijakan ekonomi kreatif nasional. Wamen Irene menekankan, pembangunan ke depan harus dimulai dari kekuatan komunitas dan keberlanjutan budaya—bukan semata dari infrastruktur.

Seniman musik digital asal Bali, I Gede Yudistira Sudirana, menyoroti belum adanya plugin digital buatan Indonesia untuk instrumen tradisional seperti gamelan.

Saat ini, komposer lokal masih bergantung pada VST (Virtual Studio Technology), perangkat lunak untuk mensimulasikan suara instrumen, yang mayoritas diproduksi di luar negeri.

“Digitalisasi itu bukan semata teknologi, tapi cara menjaga keberlanjutan budaya. Kalau kita bisa bikin VST gamelan sendiri, itu bukan cuma efisiensi, tetapi kedaulatan budaya,” jelas Sudirana.

Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam forum ini, Direktur Fesyen Kemenekraf, Romi Astuti, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar.

Turut hadir pula pemangku kepentingan dari unsur akademisi, komunitas, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan media.

Share9SendTweet6
Previous Post

Wamen Ekraf di APOS CEO Forum, Perluas Jejaring Industri Ekonomi Kreatif Global

Next Post

Hadiri Urban Digifest 2025, BI Diajak Dukung Pelaku Ekraf Ekspansi Pasar Seluas-luasnya

Next Post
Hadiri Urban Digifest 2025, BI Diajak Dukung Pelaku Ekraf Ekspansi Pasar Seluas-luasnya

Hadiri Urban Digifest 2025, BI Diajak Dukung Pelaku Ekraf Ekspansi Pasar Seluas-luasnya

Jumlah Penumpang Tinggi, Pekerjaan Pengerukan di Pulau Baai Dipercepat

Jumlah Penumpang Tinggi, Pekerjaan Pengerukan di Pulau Baai Dipercepat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Museum Tsunami Aceh Siapkan Pameran Kebencanaan

Museum Tsunami Aceh Siapkan Pameran Kebencanaan

10 Mei 2026
BI Balikpapan Siapkan PESAN 2026

BI Balikpapan Siapkan PESAN 2026

10 Mei 2026
Kutim Tetapkan Lahan Sekolah Rakyat Di Jalan Simono

Kutim Tetapkan Lahan Sekolah Rakyat Di Jalan Simono

10 Mei 2026
Pertamina Tambah Pasokan Biosolar Di Balikpapan

Pertamina Tambah Pasokan Biosolar Di Balikpapan

10 Mei 2026
ASDP dan ALDEI Bersinergi Perkuat Ekosistem Logistik Nasional Terintegrasi

ASDP dan ALDEI Bersinergi Perkuat Ekosistem Logistik Nasional Terintegrasi

10 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Surabaya Perkuat Wisata Event Lewat HJKS 2026

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Pengendalian Banjir di Maluku Utara, KemenPU Bangun Sabo Dam dan Tanggul Sungai

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.