Kutai Timur, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi menetapkan kawasan di Jalan Simono sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, program sosial dan pendidikan yang dijalankan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk masyarakat rentan.
Penetapan lokasi tersebut menjadi tahapan penting dalam realisasi program Sekolah Rakyat di Kutai Timur yang telah memperoleh mandat langsung dari Kementerian Sosial sejak Maret 2025. Hingga Kamis (7/5/2026), proses pembangunan telah memasuki tahap penentuan lahan dan kajian teknis.
Kepala Dinas Sosial Kutai Timur Ernata Hadi Sujito mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.
“Seluruh tahapan administratif dan penyiapan lokasi sudah rampung. Kami sudah bersurat ke Kementerian Sosial dan telah ditinjau langsung oleh PUPR. Sekarang, kami menunggu rekomendasi teknis untuk memulai pembangunan fisik,” ujar Ernata dalam pernyataan resmi.
Sebelumnya, terdapat dua lokasi yang masuk dalam pertimbangan pembangunan Sekolah Rakyat, yakni kawasan Jalan Guru Besar dan Jalan Simono. Setelah melalui berbagai kajian terkait aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan pengembangan wilayah, pemerintah daerah akhirnya menetapkan Jalan Simono sebagai lokasi final.
Ernata menjelaskan keputusan tersebut diambil melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah mengingat pembangunan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai sektor.
Tim terpadu yang dibentuk melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pertanahan, BPKAD, serta Dinas Sosial sebagai leading sector.
“Kami bergerak cepat merumuskan langkah-langkah strategis. Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan lahan yang representatif dan sah secara hukum untuk didirikannya bangunan sekolah,” tegasnya.
Setelah penetapan lokasi, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat perwakilan Kalimantan Timur juga telah melakukan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Simono. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari penyusunan kajian teknis sekaligus memastikan pembangunan nantinya sesuai standar nasional.
Saat ini, Pemkab Kutai Timur masih menunggu rekomendasi teknis dari tim PUPR sebagai dasar untuk memulai pembangunan fisik sekolah.
Sekolah Rakyat dirancang bukan hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga dilengkapi fasilitas asrama dan sistem pengasuhan terpadu. Melalui konsep tersebut, anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu diharapkan tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga tempat tinggal dan kebutuhan konsumsi yang layak.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kutai Timur diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah.










Discussion about this post