• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Hadiri Dicoding Connect 2025, Wamenekraf: Indonesia Harus Jadi Kreator, Bukan Hanya Pasar Digital

by Riski Yanti
21 Februari 2025
Hadiri Dicoding Connect 2025, Wamenekraf: Indonesia Harus Jadi Kreator, Bukan Hanya Pasar Digital
34
SHARES
214
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menghadiri acara Dicoding Connect 2025 yang berlangsung di Plataran Senayan, Jakarta.

Acara ini diselenggarakan oleh Dicoding Indonesia untuk mempertemukan para developer, mentor, dan pelaku industri teknologi dalam satu forum interaktif.

BACA JUGA

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Pemerintah Deportasi 25 Fotografer Ilegal

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Pemerintah Deportasi 25 Fotografer Ilegal

12 Juni 2026
Wonderlab Tunjukkan Masa Depan Ekonomi Kreatif Berbasis Pengalaman Imersif

Wonderlab Tunjukkan Masa Depan Ekonomi Kreatif Berbasis Pengalaman Imersif

9 Juni 2026
Kreator Diajak Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

Kreator Diajak Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

7 Juni 2026

Melalui acara ini, peserta dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun jaringan dengan sesama profesional di bidang teknologi.

Dicoding Connect menghadirkan sesi talkshow, workshop, dan networking session yang bertujuan memperluas wawasan serta membuka peluang kolaborasi di industri digital.

Wamenekraf Irene menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama dalam dunia digital. Menurutnya, keterbatasan dalam berbahasa Inggris masih menjadi tantangan bagi banyak masyarakat Indonesia.

“Kita harus belajar berbahasa agar dapat memajukan Indonesia. Kita harus relevan dengan dunia luar agar Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar, melainkan mampu menjadi kreator,” ujar Irene.

Lebih lanjut, Irene mengungkapkan program Kemenekraf dalam mendorong dunia digital, salah satunya melalui program “Emak-Emak Matic” (Emak-Emak Melek Teknologi).

Program ini bertujuan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan tinggi. Sejak diluncurkan tahun lalu, program ini telah berjalan di enam kota dan ditargetkan menjangkau 40 kota pada 2025.

“Program ini bertujuan menjangkau masyarakat yang tidak mampu melanjutkan ke universitas, serta memberdayakan ibu-ibu di rumah. Dengan kekuatan emak-emak, program ini akan terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak kota di tahun 2025,” tambahnya.

Selain itu, Irene juga menyoroti kehadiran ‘Global Game Jam’ pada Januari lalu, di mana dalam 48 jam para developer berhasil menciptakan prototipe gim yang diaktivasi di 12 kota di Indonesia.

Hasil prototipe ini nantinya akan dikembangkan dan diadaptasi di ruang-ruang publik sebagai permainan di setiap pojok gim.

Sementara itu, CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, mengungkapkan bahwa ada dua tantangan utama dalam industri digital di Indonesia.

Pertama, sebagai negara yang luas, potensi ekonomi Indonesia tersebar di berbagai pulau, sehingga membutuhkan lebih banyak talenta digital di berbagai wilayah.

Kedua, kontribusi kecerdasan buatan (AI) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih di bawah negara maju.

“Dua tantangan utama yang kami angkat adalah luasnya wilayah Indonesia yang memerlukan talenta digital di berbagai daerah, serta kontribusi AI terhadap PDB yang masih rendah dibandingkan negara maju. Kita harus berupaya meningkatkan hal ini agar Indonesia dapat bersaing di tingkat global,” ujar Narenda.

Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi sektor teknologi informasi (IT) terhadap PDB Indonesia saat ini berada di angka 4,34 persen, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024.

Sebagai perbandingan, di negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, angka tersebut berkisar antara 8-10 persen.

“Kita perlu meningkatkan digitalisasi, baik dalam jumlah maupun kualitas talenta digital. Dicoding akan terus berkolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kemenekraf, untuk mempercepat pertumbuhan industri digital di Indonesia,” tambahnya.

Share14SendTweet9
Previous Post

Kemenpar Serahkan Akreditasi Program Pelatihan Teknis Berbasis Kompetensi SDM Aparatur pada Pemprov Kaltim

Next Post

Kepala Daerah yang Baru Dilantik, Diminta Ikut Kembangkan Ekraf

Next Post
Kepala Daerah yang Baru Dilantik, Diminta Ikut Kembangkan Ekraf

Kepala Daerah yang Baru Dilantik, Diminta Ikut Kembangkan Ekraf

Menekraf Taruh Harapan Besar kepada Goldfinch Indonesia di Pasar Asia Tenggara

Menekraf Taruh Harapan Besar kepada Goldfinch Indonesia di Pasar Asia Tenggara

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BRI Dukung Jazz Gunung 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

BRI Dukung Jazz Gunung 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

20 Juni 2026
BRI Dukung UMKM Ria Barokah Perluas Pasar dan Tingkatkan Usaha

BRI Dukung UMKM Ria Barokah Perluas Pasar dan Tingkatkan Usaha

20 Juni 2026
Tiga Perusahaan di Asahan Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa

Tiga Perusahaan di Asahan Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa

20 Juni 2026
Asahan Salurkan Bantuan Rp30 Miliar Untuk Bireuen

Asahan Salurkan Bantuan Rp30 Miliar Untuk Bireuen

20 Juni 2026
Bupati Kutim Kumpulkan Perusahaan Sawit Bahas Harga TBS

Bupati Kutim Kumpulkan Perusahaan Sawit Bahas Harga TBS

19 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    423 shares
    Share 169 Tweet 106
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    424 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    429 shares
    Share 172 Tweet 107

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.