JAKARTA, KabaSDGs – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, pihaknya siap untuk menampung santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang, apabila hukum memutuskan untuk menutup ponpes tersebut.
“NU sendiri siap kalau seandainya nanti disuruh untuk menampung siswanya,” kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat ditemui di Jakarta, Rabu (02/07/2023).
Tokoh agama yang akrab disapa Gus Yahya itu menerangkan, NU memiliki banyak lembaga pendidikan yang dapat menampung para santri Ponpes Al Zaytun, seandainya ponpes tersebut harus ditutup.
Menurutnya, bukan hanya NU saja yang mampu menampung para santri Ponpes Al Zaytun, namun juga organisasi keagamaan islam lainnya.
Gus Yahya menjelaskan, di satu sisi pihaknya tidak tergesa-gesa dalam membuat keputusan terkait penampungan tersebut karena menghargai proses hukum yang sedang berjalan.
“Secara hukum bagaimana, kalau (diputuskan) tutup, ya tutup. Kalau tidak ya jangan,” tegasnya.
Menurut Gus Yahya, pendidikan merupakan persoalan yang penting, namun, pihaknya menunggu keputusan hukum dan pemerintah terkait hal tersebut.
Diketahui, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana penistaan agama oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
Hal tersebut juga berpengaruh terkait masa depan para santri yang mengenyam pendidikan di ponpes tersebut.












Discussion about this post