SURABAYA, KabarSDGs – Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) baru-baru ini mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengawasi perkembangan riset yang sedang berlangsung. Acara ini diadakan secara offline pada tanggal 30-31 Mei 2023 di Ruang Rapat Kawasan Sains Said Djauharsjah Jenie Surabaya.
Kegiatan monev tersebut bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian yang telah dicapai oleh para peneliti, rencana dan target yang telah ditetapkan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan rencana mitigasinya. Kepala OREM – BRIN, Haznan Abimanyu, menekankan bahwa monev ini bukan untuk mengkritik, tetapi untuk mencari solusi atas kendala yang ada melalui pemantauan rutin.
“Kami menyoroti pentingnya adaptasi para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap perubahan ekosistem riset,” ujarnya dalam siaran tertulisnya.
Ia menambahkan, PRTH – BRIN telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri sebagai upaya adaptasi tersebut.
Kepala PRTH, Widjo Kongko menekankan, peran penting para peneliti pasca-doktoral sebagai agen perubahan dalam riset yang sedang berlangsung. Dia berharap kolaborasi dengan PRTH dapat mendorong para peneliti untuk mengembangkan budaya menulis sebagai salah satu aspek penting dalam ekosistem riset.
“saat ini PRTH memiliki peneliti yang bekerja di Surabaya, Jogja, dan Serpong. Oleh karena itu, PRTH berencana untuk melakukan kegiatan monev di Yogyakarta pada tanggal 5 Juni 2023 untuk riset dengan skema pendanaan,” ungkapnya.
Salah Satu Periset Teknologi Hidrodinamika BRIN membuka sesi paparan dengan topik “Peningkatan Kinerja Turbin Arus Laut Sumbu Vertikal dengan Penambahan Vortex Generator pada Bilah Turbin”. Selain itu, terdapat empat paparan lainnya pada hari pertama, yang mencakup topik-topik seperti kajian hidrodinamika struktur terapung penompang turbin arus laut 200 kW, riset preliminary desain struktur apung untuk pembangkit listrik OTEC 5 MW, pengembangan turbin angin terapung, dan inovasi energi baru dan terbarukan dengan modal intelektual.
Moderator hari pertama, Dian Purnama Sari, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam publikasi dengan universitas dan mengingatkan para peneliti untuk memasukkan semua kontributor dalam riset sebagai penulis.
Hari kedua dimulai dengan paparan Buana Ma’aruf, periset Teknologi Hidrodinamika – BRIN, yang membahas tentang teknologi produksi kapal Mini LNG untuk meningkatkan daya saing galangan kapal nasional. Selanjutnya, terdapat enam paparan lainnya, termasuk kajian pengembangan teknologi material insulasi cryogenic untuk LNG ISO Tank 20 Feet, standarisasi konstruksi laminasi kapal berbahan FRP, peningkatan kenyamanan dan keselamatan pada kapal cepat dengan fitur kapal listrik cerdas berbasis kecerdasan buatan, pengembangan sistem kendali optimal untuk satelit low-thrust, pengembangan sistem kendali cerdas pada kapal cepat otonom nirawak, dan pengembangan sub-sea compact swimmer thruster serta uji perenang dan pengembangan battery pack kedap air.
Moderator hari kedua, Endang Widjiati, menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak dari BRIN, baik internal maupun eksternal, untuk mengatasi keterbatasan dalam riset. Dia juga menyebutkan kemungkinan memulai tahap riset kegiatan RIIM 3 dengan mempersiapkan rencana pengujian.












Discussion about this post