Medan, Kabar SDGs – Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh menggelar Aceh Product Lounch Collaboration Day 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 1–2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh melalui forum business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.
Agenda ini dirancang untuk membuka peluang kerja sama antara pelaku UMKM Aceh dengan buyer, distributor, pelaku ritel, investor, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor usaha. Selain mempromosikan produk unggulan daerah, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah sehingga perlu didukung melalui perluasan akses pasar dan penguatan jejaring bisnis.
“Aceh memiliki banyak produk unggulan yang mampu bersaing, mulai dari kopi, produk pangan olahan, kerajinan, fesyen, kosmetik berbahan alami hingga berbagai produk ekonomi kreatif lainnya. Tantangan terbesar saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga bagaimana mempertemukan para pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas. Karena itu, Aceh Product Lounch Collaboration Day menjadi jembatan untuk membuka peluang bisnis baru bagi UMKM Aceh,” ujar Reza dalam siaran pers, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan kerja sama bisnis yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi para pelaku UMKM.
“Target utama kegiatan ini adalah mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha yang memiliki kapasitas untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Kami berharap dari pertemuan tersebut lahir nota kesepahaman, kontrak dagang, maupun kemitraan jangka panjang yang mampu meningkatkan penjualan dan memperkuat posisi UMKM Aceh di pasar nasional. Melalui business matching, pelaku UMKM tidak lagi hanya menawarkan produk, tetapi juga dapat berdiskusi langsung mengenai kebutuhan pasar, sistem distribusi, kapasitas produksi, hingga peluang investasi,” katanya.
Direktur Eksekutif Katahati Institute, Raihal Fajri, menilai tren pasar saat ini semakin mengarah pada produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
“Aceh memiliki potensi besar untuk mengembangkan green product berbasis sumber daya lokal, mulai dari hasil hutan bukan kayu hingga produk hasil pengolahan limbah kreatif. Melalui kegiatan ini, UMKM Aceh memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Raihal.
Ia menambahkan bahwa business matching menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan mitra yang memiliki perhatian terhadap aspek keberlanjutan dalam rantai pasok maupun pengembangan bisnis.
Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Aceh, Rosti Maidar, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya mengikuti pameran produk, tetapi juga memperoleh kesempatan melakukan presentasi usaha, business matching, serta kunjungan bisnis ke sejumlah pelaku usaha di Sumatera Utara.
“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya datang untuk memamerkan produk, tetapi juga mampu membangun komunikasi bisnis secara langsung dengan buyer dan investor. Oleh karena itu, setiap peserta akan diberikan kesempatan memperkenalkan profil usahanya, kapasitas produksi, sertifikasi yang dimiliki, hingga peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama calon mitra,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk-produk unggulan Aceh sekaligus memperluas peluang kemitraan yang berkelanjutan.
“Kami juga menyiapkan sesi product pitching sehingga setiap pelaku UMKM dapat mempresentasikan keunggulan produk dan potensi usahanya secara lebih komprehensif. Setelah itu, mereka akan mengikuti business matching secara langsung dengan buyer, distributor, retailer, maupun investor yang telah diundang. Pendekatan ini memberikan peluang lebih besar bagi peserta untuk memperoleh kontrak kerja sama,” katanya.
Selain forum business matching, peserta juga mengikuti pameran produk unggulan dan kunjungan bisnis ke sejumlah pelaku usaha di Sumatera Utara. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperluas wawasan mengenai strategi pemasaran, inovasi produk, pengemasan, hingga pengembangan jaringan usaha yang lebih kompetitif.
Aceh Product Lounch Collaboration Day 2026 mengangkat semangat kolaborasi bisnis dan pengembangan green product berbasis sumber daya lokal. Pemerintah Aceh berharap kegiatan ini mampu memperluas promosi produk unggulan daerah, memperkuat jejaring kemitraan, serta melahirkan berbagai nota kesepahaman dan kontrak bisnis yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM serta pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan.












Discussion about this post