Denpasar, Kabar SDGs – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong para perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk terus menghasilkan karya kreatif yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di berbagai segmen pasar.
Menurutnya, kreativitas dan inovasi harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap orisinalitas. Para pelaku IKM diingatkan agar tidak mengembangkan karya dengan cara menjiplak atau merusak karya milik pihak lain.
Hal tersebut disampaikan Ny. Putri Koster ketika memimpin rapat persiapan keikutsertaan Dekranasda Provinsi Bali dalam Pameran Kriyanusa 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (2/9).
Putri Koster menilai Bali memiliki kekayaan seni, budaya, serta warisan leluhur yang sangat besar. Berbagai potensi tersebut dapat terus digali untuk melahirkan produk kreatif yang mempunyai identitas sekaligus daya saing.
“Untuk mampu bersaing di segala lini, kita tentu harus terus berkreasi dan kreatif mengembangkan karya-karya seni serta warisan leluhur. Tetapi, jangan sampai merusak produk orang lain,” tegasnya.
Dalam persiapan mengikuti pameran, Putri Koster meminta produk dari IKM peserta ditata berdasarkan kelompok atau jenis kerajinan. Pengelompokan tersebut dinilai akan membuat tampilan produk lebih tertata sekaligus membantu pengunjung menemukan barang yang mereka cari.
Ia juga mengingatkan 23 IKM dari Bali yang akan berpartisipasi agar benar-benar menyiapkan karya terbaik. Produk yang dibawa juga harus disesuaikan dengan karakter serta lokasi penyelenggaraan pameran sehingga peluang memperkenalkan produk kepada pasar dapat dimaksimalkan.
“Momentum ini kita gunakan untuk memperkenalkan karya lokal kita. Peserta pameran saya minta memilih karya terbaik sesuai dengan wilayah atau lokasi pameran agar produk yang dibawa tepat sasaran sekaligus memudahkan kita dalam menawarkan produk,” ungkapnya.
Pameran Kriyanusa 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26-30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Sebanyak 23 IKM asal Bali akan ambil bagian dengan membawa sejumlah produk kerajinan unggulan. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para perajin untuk memperkenalkan karya lokal Bali ke pasar nasional sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Keikutsertaan dalam Kriyanusa juga diharapkan mampu menunjukkan karakter kriya Bali yang tetap berakar pada tradisi dan budaya, namun terus beradaptasi dengan perkembangan serta kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menjelaskan produk yang akan ditampilkan merupakan kerajinan tradisional yang memiliki nilai estetika dan budaya. Produk tersebut juga mengandung unsur tradisi serta merefleksikan kearifan lokal masyarakat Bali.
Sejumlah produk yang disiapkan meliputi kerajinan berbahan anyaman dan kayu, fesyen yang menggunakan tenun tradisional Bali, hingga produk kerajinan berbahan logam dan kulit.
Pemilihan berbagai produk tersebut diharapkan dapat menggambarkan kekayaan kriya Bali sekaligus memperlihatkan kemampuan para perajin dalam mengolah warisan tradisional menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing.










Discussion about this post