• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
2 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home UKM CORNER

Kreasi Nila Bawa Batik Sidoarjo Tembus Pasar Internasional

by SDGS Admin
2 Agustus 2026
Kreasi Nila Bawa Batik Sidoarjo Tembus Pasar Internasional
15
SHARES
91
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Sidoarjo, Kabar SDGs – Keputusan meninggalkan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi langkah besar yang mengubah perjalanan hidup Dyah Retno Nilawati. Perempuan asal Porong, Kabupaten Sidoarjo, itu kini sukses mengembangkan usaha batik Kreasi Nila yang telah memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia hingga menembus pasar internasional.

Usaha yang dirintis sejak 2017 tersebut lahir dari ketekunan, kecintaan terhadap budaya lokal, serta dukungan jaringan komunitas UMKM. Berkat konsistensinya, batik Kreasi Nila kini dikenal sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Sidoarjo.

BACA JUGA

JFC 2026 Dongkrak Pendapatan Pedagang Kecil

JFC 2026 Dongkrak Pendapatan Pedagang Kecil

29 Juli 2026
Biru Tsabita Kembangkan UMKM Tas Wanita

Biru Tsabita Kembangkan UMKM Tas Wanita

18 Juli 2026
Polinela Kembangkan Brownies Mocaf untuk Perkuat UMKM

Polinela Kembangkan Brownies Mocaf untuk Perkuat UMKM

28 Juni 2026

Produk batik hasil karyanya telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Jakarta, Kalimantan Barat, Balikpapan, Sulawesi Utara, Lamongan, Tuban, Gresik, dan Probolinggo. Selain itu, batik Kreasi Nila juga telah menjangkau pasar luar negeri melalui jaringan galeri dan mitra usaha di Korea Selatan, Singapura, serta Malaysia.

Sebelum menjadi pelaku UMKM, Dyah mengabdikan diri selama 17 tahun sebagai tenaga administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Pasuruan. Pada penghujung 2016, ia memutuskan mengundurkan diri untuk mendampingi suaminya yang sedang membangun usaha keluarga.

“Sebagai perempuan, saya ingin lebih mendampingi suami dan membantu mengembangkan usaha yang saat itu sedang dirintis,” ujarnya.

Ketertarikan Dyah terhadap seni membatik berawal dari lingkungan keluarganya. Sang nenek yang berasal dari Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, dikenal sebagai pembatik sarung. Meski tidak sempat belajar langsung dari neneknya, kecintaan terhadap batik terus tumbuh hingga akhirnya mendorongnya membangun usaha sendiri.

Melihat belum berkembangnya sentra batik di wilayah Porong, Dyah berinisiatif menciptakan batik khas Sidoarjo dengan karakter yang berbeda dari batik Jetis yang telah lebih dulu dikenal masyarakat. Untuk menguasai teknik membatik, ia belajar secara otodidak sekaligus berguru kepada tujuh perajin dari Pasuruan, Purwosari, Pacet, hingga Nganjuk.

Perjalanan usahanya dimulai pada 2017. Pesanan perdana datang dari seorang dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang membeli lima lembar kain batik setelah melihat hasil karyanya melalui media sosial. Sejak saat itu, nama Kreasi Nila semakin dikenal melalui promosi dari mulut ke mulut.

Usahanya semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas UMKM Porong. Melalui komunitas tersebut, Dyah memperoleh berbagai pendampingan dan akses pengembangan usaha. Salah satu pencapaian penting diraih pada 2022 ketika Kreasi Nila lolos dalam program kurasi UMKM yang diselenggarakan Kimia Farma.

Dari sekitar 15 ribu peserta UMKM seluruh Indonesia, Kreasi Nila berhasil masuk 35 besar nasional sekaligus menjadi satu-satunya wakil Kabupaten Sidoarjo yang lolos.

“Dari Jawa Timur hanya tiga UMKM yang lolos, yakni dari Jember, Malang, dan Sidoarjo,” katanya.

Program tersebut memberikan pendampingan bisnis selama tiga bulan, pelatihan pengelolaan usaha, hingga akses permodalan yang membantu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jaringan pemasaran.

Selain menjalankan usaha batik, Dyah juga aktif sebagai guru di SLBN Juwet Kenongo. Rumah produksi Kreasi Nila dimanfaatkan sebagai tempat belajar sekaligus ruang pengembangan keterampilan bagi anak-anak didiknya.

“Anak-anak yang belajar dengan saya tidak hanya mendapatkan materi pelajaran, tetapi juga saya kenalkan dengan keterampilan yang bisa menjadi bekal mereka di masa depan,” ujarnya.

Peran sebagai pendidik turut memengaruhi konsep pemberdayaan yang diterapkan dalam usahanya. Sejumlah anak didik dilibatkan dalam proses produksi sesuai kemampuan masing-masing. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menerima upah atas kontribusi yang diberikan.

“Saya ingin mereka merasa dihargai atas hasil kerjanya. Karena itu, ketika membantu proses produksi atau kegiatan usaha, mereka juga mendapatkan gaji sesuai kemampuan dan kontribusinya,” tuturnya.

Komitmen sosial tersebut juga diwujudkan melalui pemberdayaan ibu tunggal, penyandang disabilitas, dan pelajar lewat pelatihan serta kegiatan produksi batik. Saat ini, pemasaran produk Kreasi Nila dilakukan melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, pameran UMKM, hingga lapak Car Free Day (CFD). Produk batiknya juga dipercaya menjadi penyedia seragam batik haji Kabupaten Sidoarjo selama tiga tahun berturut-turut.

Ke depan, Dyah berharap pemerintah dapat menyediakan galeri bersama bagi pelaku UMKM agar produk lokal memiliki ruang promosi yang lebih luas dan kesempatan berkembang yang setara.

“Harapan kami ada galeri bersama untuk UMKM. Dengan begitu, pelaku usaha yang baru berkembang juga memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal masyarakat,” tuturnya.

Share6SendTweet4
Previous Post

Yamaha Hadirkan MAXI Race di Yamaha Sunday Race 2026

Next Post

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Teknologi

Next Post
PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Teknologi

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Teknologi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Teknologi

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Teknologi

2 Agustus 2026
Kreasi Nila Bawa Batik Sidoarjo Tembus Pasar Internasional

Kreasi Nila Bawa Batik Sidoarjo Tembus Pasar Internasional

2 Agustus 2026
Yamaha Hadirkan MAXI Race di Yamaha Sunday Race 2026

Yamaha Hadirkan MAXI Race di Yamaha Sunday Race 2026

2 Agustus 2026
Bank BPD Bali Culture Run 2026 Padukan Olahraga Budaya dan Pariwisata

Bank BPD Bali Culture Run 2026 Padukan Olahraga Budaya dan Pariwisata

2 Agustus 2026
Malaysia Dekati Status Negara Berpenghasilan Tinggi

Malaysia Dekati Status Negara Berpenghasilan Tinggi

2 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1302 shares
    Share 521 Tweet 326
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1310 shares
    Share 524 Tweet 328
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1309 shares
    Share 524 Tweet 327
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1590 shares
    Share 636 Tweet 398
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1290 shares
    Share 516 Tweet 323

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.