Jakarta, Kabar SDGs – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar secara resmi membuka Imlek Festival 2577 Harmoni Imlek Nusantara 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Minggu (22/2). Perhelatan ini menjadi ajang perayaan keberagaman budaya sekaligus sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara ke tingkat global melalui pendekatan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Irene Umar menegaskan bahwa festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda budaya rutin, melainkan wadah diplomasi kreatif yang menunjukkan kesiapan Indonesia bersaing di industri kreatif dunia. “Kita ingin menyampaikan bahwa Indonesia sudah ada di panggung dunia. Talenta Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga tampil unggul di panggung global dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Itu pesan yang ingin kita sampaikan,” ujar Wamen Ekraf saat membuka Festival Imlek Nasional, Minggu (22/2).
Ia memaparkan, Harmoni Imlek Nusantara menghadirkan sejumlah program kolaborasi lintas negara yang mencerminkan keterbukaan Indonesia terhadap kerja sama internasional. Salah satu program yang ditampilkan adalah Indonesia Wave x K-Pop, yang mempertemukan talenta kreatif Indonesia dan Korea dalam satu panggung sebagai wujud diplomasi budaya berbasis ekonomi kreatif.
Festival ini juga dirancang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dengan melibatkan pelaku UMKM dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, wastra hingga produk kreatif lokal dari sejumlah daerah. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di bulan Ramadan sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.
Selain menghadirkan pertunjukan budaya dan ruang promosi produk kreatif, kegiatan ini juga menyediakan layanan publik seperti program prioritas nasional cek kesehatan gratis dan donor darah. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan setiap perayaan budaya berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Harmoni Imlek Nusantara yang dinilai semakin inklusif. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Wamen Ekraf dan seluruh panitia Harmoni Imlek Nusantara. Tahun ini perayaan Imlek terasa jauh lebih merata, bukan hanya di Jakarta tetapi juga di berbagai kabupaten dan kota. Ini menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi bagian yang utuh dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menilai festival tersebut menjadi cerminan kekuatan keberagaman Indonesia. “Indonesia dibangun dari keberagaman, bukan keseragaman. Saat Imlek dan Ramadan hadir berdampingan, saling menghormati dan mendukung, Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup. Perbedaan bukan kelemahan, melainkan kekuatan bangsa yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.
Veronica Tan menambahkan bahwa ruang perjumpaan seperti Harmoni Imlek Nusantara memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan, kohesi sosial, serta meningkatkan daya saing bangsa. Melalui rangkaian kegiatan Harmoni Imlek Nusantara 2026 yang berlangsung pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai motor diplomasi budaya, penguat identitas nasional, serta sektor bernilai tambah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.










Discussion about this post