Surabaya, Kabar SDGs – Surabaya kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota kosmopolitan yang terbuka terhadap perjumpaan lintas budaya. Kali ini, perjumpaan tersebut hadir melalui pengalaman kuliner Jepang autentik yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa filosofi, tradisi, serta sejarah panjang yang mengiringinya.
Dua brand asal Jepang, Hinoya Japanese Curry dan Kamogawa Matcha, resmi membuka gerai pertamanya di Indonesia di Beverly Shopping Arcade, Pakuwon City, Jumat (23/1/2026). Kehadiran keduanya menandai Surabaya sebagai pintu masuk baru bagi brand global yang memilih mempertahankan keaslian identitas, alih-alih menyesuaikan diri dengan selera pasar secara instan.
Hinoya Japanese Curry merupakan restoran legendaris asal Tokyo yang dikenal luas sebagai peraih gelar juara Kanda Curry Grand Prix. Brand ini memilih Surabaya sebagai langkah awal ekspansinya di Indonesia dengan membawa karakter kari khas Jepang yang memiliki sensasi manis lembut di awal dan pedas hangat yang bertahan di akhir. Pemilik Hinoya Curry Indonesia, Nogo Purnomo, menegaskan bahwa konsep yang dihadirkan di Surabaya sepenuhnya mengacu pada standar Jepang. “Ini bukan adaptasi. Rasa, bahan, dan konsepnya sama seperti di Jepang,” ujarnya.
Untuk menjaga konsistensi rasa, seluruh bumbu utama dan bahan dasar kari didatangkan langsung dari Jepang. Menu andalan seperti Katsu Curry, Ebi Fry Curry, hingga Dori Fish Curry disajikan dengan porsi besar dan kualitas yang dijaga ketat, sejalan dengan reputasi Hinoya yang telah mengoperasikan hampir 100 gerai di berbagai negara. Keputusan membuka gerai permanen di Surabaya sebelumnya diawali dengan uji pasar melalui pop-up store di sejumlah bazar kuliner, yang mendapat respons positif dari masyarakat.
Di lantai atas lokasi yang sama, Kamogawa Matcha menghadirkan suasana berbeda melalui kafe matcha autentik yang berakar pada tradisi minum teh Jepang aliran Urasenke dari Kyoto yang telah berusia lebih dari 400 tahun. Kamogawa Matcha didirikan oleh Chisato, perempuan kelahiran Kyoto yang tumbuh dalam keluarga pelestari seni tradisi Jepang, dengan warisan upacara teh dan ikebana yang dijaga lintas generasi. Nama Kamogawa diambil dari Sungai Kamogawa di Kyoto, yang menjadi simbol ketenangan dan perjalanan hidup sang pendiri.
Chisato menekankan bahwa kualitas matcha tidak bisa dilepaskan dari kesegaran dan prosesnya. “Kesegaran adalah kunci. Matcha harus hidup,” ujarnya. Komitmen terhadap keaslian diwujudkan dengan menghadirkan mesin giling batu tradisional Jepang atau ishi-usu yang dioperasikan langsung di dalam gerai, menjadikan Kamogawa Matcha sebagai yang pertama di Indonesia yang menerapkan metode tersebut secara utuh.
Daun teh pilihan dari Jepang digiling perlahan dengan kecepatan rendah untuk menjaga warna hijau alami, aroma segar, serta rasa umami khas matcha. Setiap sajian diseduh dari bubuk yang digiling langsung di tempat, menghadirkan pengalaman minum teh yang utuh, tenang, dan sarat makna, sebagaimana tradisi yang dijaga di Kyoto.
Kehadiran Hinoya Japanese Curry dan Kamogawa Matcha dalam satu lokasi menghadirkan pengalaman kuliner yang saling melengkapi. Karakter kari yang kuat dan berlapis berpadu dengan kelembutan matcha stone-ground yang menenangkan, menciptakan perjalanan rasa yang berangkat dari energi menuju refleksi. Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, kehadiran dua brand ini menegaskan Surabaya sebagai destinasi baru bagi brand kuliner dunia yang mengedepankan kualitas, identitas, dan keaslian, sekaligus mengajak masyarakat menikmati tradisi sebagai warisan hidup yang lahir dari kesabaran dan penghormatan terhadap proses.












Discussion about this post