Surabaya, Kabar SDGs – Midtown Residence Surabaya merayakan Hari Disabilitas Internasional dengan menggelar kegiatan inklusif bertajuk Warna Warni Tanpa Suara pada 2 Desember, menghadirkan kolaborasi Kopi Tutur Rasa, Disabilitas Berkarya Tutur Mata, dan Kitasetara Foundation sebagai wadah ekspresi sekaligus ruang perjumpaan masyarakat dengan komunitas disabilitas. Para barista tuli dari Kopi Tutur Rasa, antara lain Akbar, Dandi Wijaya, Della, Devi, dan Rio, memperlihatkan kepiawaian meracik kopi, sementara peserta diajak mempelajari abjad bahasa isyarat BISINDO sebagai pengenalan dasar komunikasi tanpa suara.
Di sisi lain, Tutur Mata menampilkan karya fotografi yang merekam sudut pandang para penyandang disabilitas. Foto-foto tersebut merupakan hasil kreativitas para fotografer Disabilitas Berkarya Tutur Mata yaitu Septian, Kiking, Omay, Dewa, Jacky, Pina, dan Kori. Rangkaian acara juga diisi dengan talkshow inklusif, pameran foto, serta bedah buku Tutur Mata. Dua mentor fotografi, Mamuk dan Leo, menjelaskan proses kreatif di balik setiap karya yang dipamerkan, sekaligus menggambarkan pengalaman personal para fotografer dalam mengartikulasikan kehidupan melalui visual. Buku foto Tutur Mata sendiri sebelumnya telah dipresentasikan pada Jakarta International Photo Festival JIPFest di Taman Ismail Marzuki pada 19 September.
Acara yang dihadiri beragam komunitas disabilitas serta mahasiswa dan dosen dari UNESA, UNITOMO, dan STIKOSA itu turut dihadiri Kepala UPTD Kampung Anak Negeri Dinas Sosial Surabaya, Eva, yang memberikan dukungan terhadap upaya penguatan ruang inklusif di kota tersebut. Corporate General Manager Midtown Hotels Indonesia, Donny Manuarva, menyampaikan komitmen perusahaan dalam membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, termasuk bagi Dewa, salah satu peserta yang hadir pada kegiatan tersebut. “Saya melihat semangat yang begitu besar dalam diri Dewa untuk bekerja dan berkembang di industri profesional. Semangat seperti ini perlu diberi ruang untuk tumbuh. Memberi kesempatan bukan hanya soal empati, tetapi juga pengakuan bahwa mereka memiliki kemampuan dan potensi nyata untuk berkontribusi,” ucap Donny.
Gege, Public Relations Midtown Hotels Indonesia, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih ramah bagi semua kalangan. “Warna Warni Tanpa Suara bukan sekadar acara, tetapi sebuah ruang yang ingin kami hadirkan agar masyarakat dapat melihat bahwa setiap orang, termasuk teman-teman disabilitas, memiliki warna dan kekuatan yang layak dihargai. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar dalam mendorong lingkungan yang lebih inklusif dan saling memahami,” ujar Gege.












Discussion about this post