Jakarta, Kabar SDGs – Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 resmi dibuka dengan diskusi panel bertema Jalur Lokal ke Global: Menyiapkan Musisi dan Karya Indonesia Mendunia di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu (9/10/2025). Diskusi ini menyoroti peluang memperkenalkan musik Indonesia ke dunia internasional melalui kolaborasi pemerintah, industri, dan platform digital.
Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, membuka rangkaian acara dengan menegaskan pentingnya indikator jelas dalam penguatan ekosistem musik nasional. Ia mencontohkan keberhasilan dunia film Indonesia yang mampu berkembang pesat berkat pemetaan indikator yang terukur.
“Tanda-tanda pemajuan kebudayaan terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada jumlah produksi, penonton, kehadiran di festival internasional, dan makin banyak film tanah air yang menang di ajang festival perfilman tingkat internasional, contohnya Pangku,” ujarnya.
Mahendra juga menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat ekosistem musik melalui berbagai kegiatan ekspresi budaya. “Kementerian Kebudayaan terus perkuat ekosistem musik. Banyak program yang digawangi seperti halnya Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI), AMI, Panggung Maestro, LOKOVASIA, Keroncong Svaranusa, dan yang sedang kita lakukan saat ini, yakni Konferensi Musik Indonesia,” katanya.
Director YouTube Music Asia Pasifik, Paul Smith, turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya KMI 2025. Ia menyoroti potensi besar musik Indonesia di kancah global. “Jika kita berbicara tentang musik, kita harus berbicara tentang Indonesia, dengan 135 juta populasi Indonesia aktif ada di platform kami (YouTube),” ungkapnya.
Sementara itu, Managing Director Spotify untuk Asia Tenggara, Gustav Bac, menilai bahwa platform digital dapat membuka peluang lebih luas bagi musisi Indonesia. “Platform digital untuk streaming lagu ini berpotensi untuk membuka peluang bagi para musisi, membentuk kesempatan yang lebih luas bagi musisi Indonesia untuk menemukan audiens baru,” ujarnya.
Spotify juga menegaskan pentingnya menjaga integritas kreatif di era kecerdasan buatan. Melalui kebijakan yang jelas, perusahaan berupaya memfilter konten spam dan menjamin transparansi agar penggunaan AI tetap berada di bawah kendali kreator.
Sesi panel yang dipandu Ralvi Nasution memperdalam diskusi soal kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing musik Indonesia di dunia digital.
KMI 2025 pun menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen bersama antara pemerintah, pelaku industri, dan platform global dalam menyiapkan talenta serta karya musik Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat dunia.












Discussion about this post