• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
15 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Desa Tommo Siap Jadi Desa Wisata Andalan Mamuju

Dari Ogoh-ogoh hingga Ngaben Massal

by Riski Yanti
27 Agustus 2025
Desa Tommo Siap Jadi Desa Wisata Andalan Mamuju
18
SHARES
114
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Mamuju, KabarSDGs – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa berkunjung ke Desa Tommo, Mamuju, Sulawesi Barat, untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan menyerap aspirasi terkait pengembangan desa tersebut menjadi desa wisata.

Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan, mulai dari kebutuhan fasilitas untuk mendukung aktivitas keagamaan, insentif desa, hingga pelatihan SDM pariwisata.

BACA JUGA

Wagub Giri Prasta Buka Kasanga Festival 2025

Wagub Giri Prasta Buka Kasanga Festival 2025

25 Maret 2025

Merespons hal tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa, dalam diskusi dengan masyarakat Desa Tommo, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa, (26/8/2025) mengatakan Kementerian Pariwisata akan berkoordinasi dan berdiskusi lebih dalam dengan Pemerintah Daerah Mamuju untuk mengambil langkah konkret guna memajukan Desa Tommo.

“Utamanya tentu agar ini bisa bermanfaat untuk umat dalam konteks keagamaan, termasuk upacara dan ritual, juga mudah-mudahan nanti ke depan bisa menjadi daya tarik wisata untuk masyarakat di luar Desa Tomo ini,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Kehadiran Wamenpar Ni Luh Puspa disambut antusias oleh masyarakat Desa Tommo sekaligus menandakan Wamenpar Ni Luh Puspa sebagai Wakil Menteri Pariwisata pertama yang berkunjung ke Desa Tommo sejak berdirinya desa ini di tahun 1983.

Desa Tommo merupakan desa yang terbentuk berkat hasil transmigrasi sejumlah penduduk Bali dari berbagai kabupaten/kota Bali ke Sulawesi Barat, sehingga sebagian besar masyarakat Desa Tommo beragama Hindu.

Namun saat ini Desa Tommo tidak hanya menjadi rumah bagi etnis Bali, tetapi juga etnis Bugis, Mandar, Jawa, Sunda, dan Toraja.

Desa yang komoditas utamanya adalah perkebunan jagung ini mempunyai dua acara keagamaan penting yakni Nyepi dan Ngaben.

Pada saat Nyepi, momen Pengerupukan atau tradisi yang berlangsung sehari sebelum Nyepi yang ditandai dengan parade Ogoh-ogoh telah menjadi daya tarik desa dan menarik banyak pengunjung.

Sementara prosesi ngaben massal yang berlangsung tiga tahun sekali juga menjadi daya tarik yang luar biasa.

“Banyak orang datang ke Bali hanya untuk menyaksikan Ngaben. Jadi saya pikir ini bisa jadi salah satu atraksi. Dan atraksi itu butuh dukungan-dukungan yang tadi sudah disampaikan. Harapannnya tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk lihat Ngaben, masyarakat Sulawesi Barat dan sekitarnya cukup datang ke desa ini,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa daya tarik ini dapat dikemas menjadi paket-paket wisata. Oleh karena itu, Desa Tommo sudah saatnya bertransformasi menjadi desa wisata.

Wamenpar Ni Luh Puspa juga berharap pemerintah daerah turut membantu penyusunan dan penyiapan proses sekaligus mendorong pembentukan kelembagaan desa melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).

Pengembangan desa wisata berbasis komunitas menjadi bagian dari program utama Kementerian Pariwisata.

Kemenpar terus mendorong pengembangan desa wisata dengan target peningkatan kualitas dan kuantitas desa wisata dan berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa serta meningkatkan daya saingnya di kancah global.

Program pengembangan desa wisata Kemenpar juga sejalan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi ruang untuk mendukung tata kelola desa sehingga berdampak pada penguatan ekonomi desa juga memeratakan kesejahteraan dan memerdekakan masyarakat dari kemiskinan.

Melalui pemberdayaan ekonomi lokal, pengembangan infrastruktur dan fasilitas, pelestarian budaya dan lingkungan, penciptaan lapangan kerja, serta promosi wisata berbasis komunitas.

“Tentu hal ini harus kita lakukan bersama. Tidak ada satu daerah pun maju yang dikerjakan sendirian. Semua daerah itu maju kalau bergotong royong bersama-sama. Masyarakatnya mau, pemerintah daerahnya mau, pemerintah pusatnya juga mau. Jadi kalau semuanya kita sama-sama, Saya sangat yakin bahwa kita bisa menciptakan Desa Tomo ini sebagai desa wisata yang maju, yang kemudian jadi satu ikon baru di Mamuju, Sulawesi Barat,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Pariwisata pertama yang hadir ke Desa Tommo. Ia berharap kedatangan Wamenpar mendukung terwujudnya kemajuan Desa Tomo yang sangat unik dan kaya potensi wisata.

“Mohon bantuan dan dukungan dari Kementerian Pariwisata. Karena apabila Desa Tomo ini sudah sudah dinyatakan masuk desa wisata, insya Allah perekonomian masyarakat semakin maju terutama berkat sektor pariwisata,” ujar Sitti.

Hadir mendampingi Wamenpar, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata, Fransiskus Handoko.

Share7SendTweet5
Previous Post

Kemenpar Gandeng COMCEC Gelar Workshop Internasional Dukung Implementasi BGCE

Next Post

Festival Pacu Jalur 2025 Sukses Angkat Citra Pariwisata Indonesia ke Dunia

Next Post
Festival Pacu Jalur 2025 Sukses Angkat Citra Pariwisata Indonesia ke Dunia

Festival Pacu Jalur 2025 Sukses Angkat Citra Pariwisata Indonesia ke Dunia

Indonesia dan Papua Nugini Teken SOP Angkutan Penumpang Lintas Batas Negara

Indonesia dan Papua Nugini Teken SOP Angkutan Penumpang Lintas Batas Negara

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

Gandeng PolTax UI, Kementerian Ekraf Siapkan Usulan Royalti yang Adaptif

14 April 2026
Game Lokal Dapat Respons Positif Dunia, Kementerian Ekraf Apresiasi KuloNiku

Game Lokal Dapat Respons Positif Dunia, Kementerian Ekraf Apresiasi KuloNiku

14 April 2026
Cuaca Ekstrem, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan Demi Keselamatan

Cuaca Ekstrem, Pelayanan KMP Mamberamo Foja Dialihkan Demi Keselamatan

14 April 2026
ASDP Tunda Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka

ASDP Tunda Jadwal Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka

14 April 2026
IKN Buka Peluang Besar Bagi Generasi Kreatif Kalimantan

IKN Buka Peluang Besar Bagi Generasi Kreatif Kalimantan

14 April 2026

POPULAR

  • Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    Ancaman Spyware Modern Uji Ketahanan Siber Indonesia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Wisata Bromo Ditutup Sementara demi Pemulihan Alam

    24 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.