• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
7 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Kunjungan Wisatawan di Suspension Bridge Situ Gunung Menurun

by SDGS Admin
12 Februari 2025
Kunjungan Wisatawan di Suspension Bridge Situ Gunung Menurun
70
SHARES
435
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Sukabumi, Kabar SDGs – Jumlah kunjungan ke destinasi wisata Jembatan Gantung Situ Gunung, yang berada di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan penurunan yang signifikan selama periode libur panjang Isra Mirah dan Imlek 2025.

Lia Melia, yang bertanggung jawab sebagai pengelola Wisata Alam Jembatan Gantung Situ Gunung, mengungkapkan bahwa penurunan ini dipicu oleh informasi yang terpampang di Google Maps, yang menggambarkan lokasi itu sebagai zona berbahaya setelah terjadinya bencana alam yang merusak Kabupaten Sukabumi pada Desember 2024.

BACA JUGA

Awali Tahun 2026, Menteri Pariwisata Pastikan Bali Berikan Layanan Prima Bagi Wisatawan

Awali Tahun 2026, Menteri Pariwisata Pastikan Bali Berikan Layanan Prima Bagi Wisatawan

13 Januari 2026
Jatim Park, Pastikan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan

Jatim Park, Pastikan Kesiapan Sambut Lonjakan Wisatawan

1 Juli 2025
Penyebaran Informasi Mengenai Panduan Berwisata kepada Wisatawan Asing Sangatlah Penting

Penyebaran Informasi Mengenai Panduan Berwisata kepada Wisatawan Asing Sangatlah Penting

30 Mei 2023

Selain itu, Google Maps hanya memberikan izin bagi kendaraan bermotor roda dua untuk memasuki area tersebut, sedangkan kendaraan roda empat masih dilarang. Hal ini menciptakan keraguan bagi pengunjung yang berencana untuk datang.

“Penurunan ini terbilang signifikan, sekitar 30 persen. Sebelum bencana terjadi, jumlah pengunjung pada akhir pekan bisa lebih dari 1.000 orang, tetapi kini mengalami penurunan yang tajam,” ujarnya pada hari Minggu (09/02).

Namun, Lia menegaskan bahwa kawasan Jembatan Gantung Situ Gunung merupakan tempat yang aman untuk dikunjungi karena tidak terkena dampak langsung dari bencana tersebut.

Dalam kawasan wisata ini, pengunjung dapat merasakan berbagai wahana, seperti flying fox, keranjang sultan, serta ekspedisi lembah purba. “Rute untuk ekspedisi ini semakin diminati karena terdapat lebih banyak jembatan dan berakhir di Curug Kembar, yang dikenal akan keindahannya,” tuturnya.

Tersedia juga paket wisata jalur hijau yang mencakup penyeberangan jembatan gantung, menikmati keranjang sultan, dan kembali melalui jembatan merah.

Atraksi flying fox yang memiliki panjang 735 meter juga sangat menarik bagi pengunjung yang mencari pengalaman menantang dan mendapatkan adrenalin. Sementara itu, ekspedisi lembah purba, meski menempuh jarak 6 kilometer, tetap ramai dikunjungi karena menawarkan delapan jembatan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

“Tarif tiket untuk masuk kawasan ini juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, tiket untuk hari kerja seharga Rp16 ribu, kini meningkat menjadi Rp22 ribu. Untuk akhir pekan, harga tiket naik dari Rp18.500 menjadi Rp32 ribu. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan PPH,” paparnya.

Di sisi lain, biaya untuk melintasi Jembatan Gantung adalah Rp100 ribu, dan ini terpisah dari biaya masuk kawasan yang dikenakan Rp32 ribu. Artinya, wisatawan perlu melakukan dua kali pembayaran.

“Banyak pengunjung yang datang berasal dari Jakarta dan Bandung, dengan sejumlah turis asing yang juga menikmati daya tarik di kawasan ini,” tutupnya.

Share28SendTweet18
Previous Post

Menteri UMKM Dorong Nilai Wirausaha di Kalangan Siswa SMA

Next Post

Renovasi Masjid Baitul Barokah Telan Biaya 160 Juta dari Warga Diresmikan Bupati Bantul

Next Post
Renovasi Masjid Baitul Barokah Telan Biaya 160 Juta dari Warga Diresmikan Bupati Bantul

Renovasi Masjid Baitul Barokah Telan Biaya 160 Juta dari Warga Diresmikan Bupati Bantul

Elang Ular Bido Dilepasliar di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Elang Ular Bido Dilepasliar di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Mahasiswa USK Raih Juara Nasional Kampanye Imunisasi

Mahasiswa USK Raih Juara Nasional Kampanye Imunisasi

7 Mei 2026
Teater Bermain di Negeri Awan Jadi Media Belajar Anak

Teater Bermain di Negeri Awan Jadi Media Belajar Anak

7 Mei 2026
Sekolah Rakyat Lhokseumawe Lampaui Target, Ditargetkan Rampung 20 Juni 2026

Sekolah Rakyat Lhokseumawe Lampaui Target, Ditargetkan Rampung 20 Juni 2026

7 Mei 2026
Peresmian Jalan Leucir Diwarnai Syukuran Liwet Warga

Peresmian Jalan Leucir Diwarnai Syukuran Liwet Warga

7 Mei 2026
Bendung Krueng Pase Kembali Berfungsi, Dukung Pemulihan Pertanian di Aceh Utara

Bendung Krueng Pase Kembali Berfungsi, Dukung Pemulihan Pertanian di Aceh Utara

7 Mei 2026

POPULAR

  • Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

    Sidoarjo Percepat Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aceh Apresiasi Pembangunan Kampus LIPIA Banda Aceh

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • USK Perkuat Industri Nilam Aceh Berkelanjutan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.