• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Taman Wisata Alam Kerandangan, Destinasi Populer Dikunjungi di Lombok Barat

56 Jenis Burung Terdapat di Kawasan Ini

by SDGS Admin
19 Juni 2023
Taman Wisata Alam Kerandangan, Destinasi Populer Dikunjungi di Lombok Barat
48
SHARES
297
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

LOMBOK BARAT, KabarSDGs – Lombok begitu indah, sehingga tidak berlebihan jika pulau tersebut disebut sebagai salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Sebagai destinasi wisata, Lombok memiliki beragam daya tarik.

Mulai dari keindahan pantai, kekayaan bawah laut, warisan budaya, wisata olahraga, gunung, hingga petualangan alam. Di antara jenis wisata terakhir, terdapat satu destinasi yang wajib dikunjungi, yaitu Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan yang terletak di Desa Wisata Senggigi, Lombok Barat.

BACA JUGA

Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama di Indonesia

Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama di Indonesia

7 Agustus 2026
Bupati Mojokerto Apresiasi Wisata Alam Alas Veenuz Trawas

Bupati Mojokerto Apresiasi Wisata Alam Alas Veenuz Trawas

26 Mei 2026
Petani Rasakan Manfaat Ganda Padat Karya PUPR di NTB

Petani Rasakan Manfaat Ganda Padat Karya PUPR di NTB

26 September 2025

Di tempat itu, wisatawan dapat menjelajahi kawasan hutan seluas 396,10 hektar dan menikmati keindahan alam yang memukau. Mereka dapat melintasi jalan setapak yang diliputi oleh pepohonan tinggi yang memberikan naungan sejuk, sambil ditemani dengan nyanyian alam yang menenangkan.

Sejak ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam pada tahun 1992, TWA Kerandangan telah dikelola dengan memperhatikan kebutuhan wisatawan, tetapi tetap mengutamakan prinsip pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, taman wisata ini juga sangat ramah bagi anak-anak.

Air terjun Putri Kembar dan Goa Walet menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Aksesnya mudah, dengan pengunjung hanya perlu mengikuti jalan setapak berupa kombinasi paving dan tanah sejauh sekitar 2 kilometer.

Ketinggian tempat ini juga tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu, berjalan-jalan bersama anak akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

Namun, bagi mereka yang ingin petualangan yang lebih mendalam, Taman Wisata Alam Kerandangan menawarkan pengalaman yang berbeda. Salah satunya adalah kegiatan birdwatching, yaitu mengamati burung-burung dalam habitat alami mereka.

Seorang petugas di TWA Kerandangan, Wahyudi Amin mengatakan,  beberapa spesies burung yang habitatnya terdapat di TWA Kerandangan. Beberapa di antaranya termasuk dalam kategori terancam punah, seperti Elang Flores (Nisaetus floris).

Selain itu, ia melanjutkan, ada pula Celepuk Rinjani (Otus jolandae) dan Cekakak Kalung-Cokelat (Todiramphus australasia), yang keduanya hampir terancam punah. Selain itu, terdapat juga Kehicap Ranting, Cekakak Sungai, Raja Udang Biru, dan masih banyak lagi.

“Sejauh ini, sudah terdata sebanyak 56 jenis burung di kawasan ini,” ujar Wahyudi dalam siaran tertulisnya.

Menurutnya, itulah yang menjadikan TWA Kerandangan semakin populer sebagai salah satu destinasi wisata yang dipilih oleh para pengunjung yang ingin menikmati wisata alam, terutama bagi mereka yang memiliki minat khusus atau ketertarikan terhadap satwa.

“Itu baru burung-burungnya saja, TWA Kerandangan juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa lainnya, seperti ular dan kupu-kupu. Kami sudah mendata sebanyak 11 jenis ular, di antaranya tiga jenis ular berbisa, seperti ular jenis viper dan kobra,” pungkas Wahyudi.

Share19SendTweet12
Previous Post

BRI Beri Sebuah Bus untuk Timnas Indonesia

Next Post

PT MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat

Next Post
PT MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat

PT MPMX Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat

Sempat Tertunda, Satelit SATRIA-1 Milik Indonesia Berhasil Diluncurkan ke Angkasa

Sempat Tertunda, Satelit SATRIA-1 Milik Indonesia Berhasil Diluncurkan ke Angkasa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

9 Agustus 2026
PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

9 Agustus 2026
Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

9 Agustus 2026
Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

9 Agustus 2026
2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

9 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1509 shares
    Share 604 Tweet 377
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1516 shares
    Share 606 Tweet 379
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1494 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1795 shares
    Share 718 Tweet 449
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1515 shares
    Share 606 Tweet 379

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.