• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Rubangi, Pelopor Pengendalian Penyakit DBD di Kota Yogyakarta

by SDGS Admin
11 April 2023
Rubangi, Pelopor Pengendalian Penyakit DBD di Kota Yogyakarta
26
SHARES
162
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

YOGYAKARTA, KabarSDGs – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memiliki salah satu ASN berprestasi yakni Rubangi (59) selaku Program Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah (DBD) di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Diketahui, Rubangi (59) menjadi salah satu yang mendapat penghargaan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta dari Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dan Yayasan Tahija. Apresiasi tersebut diberikan saat acara dinner pada ‘Sumbangsih Yogyakarta untuk Dunia’ yang digelar pada 31 Maret 2023 lalu.

BACA JUGA

Mahasiswa UGM Laksanakan Kuliah Kerja Nyata di IKN

Mahasiswa UGM Laksanakan Kuliah Kerja Nyata di IKN

14 Juni 2025
Dinkes Balikpapan Ingatkan Masyarakat Waspadai Flu dan DBD

Dinkes Balikpapan Ingatkan Masyarakat Waspadai Flu dan DBD

3 Juni 2025
UGM Dorong Peneliti dalam Kompetisi Inovasi Internasional

UGM Dorong Peneliti dalam Kompetisi Inovasi Internasional

17 April 2025

Pada program tersebut melibatkan lebih dari 8.000 kader kesehatan dari tiga wilayah seperti Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul. Penelitian dan implementasi teknologi Wolbachia ini juga telah dilakukan di 122 kelurahan dengan luasan 231 km2 persegi, dan telah melindungi 2,2 juta penduduk.

“Tidak menyangka mendapatkan penghargaan, ini tidak terlepas dari penggerak masyarakat untuk terus melakukan penanggulangan penyakit DBD,” ujar Rubangi dalam siaran tertulis Pemkot Yogyakarta pada Selasa (11/04/2023).

Karir Rubangi semenjak tahun 1988 memberikan pengabdian terbaik di bidangnya. Mulai dari tahun 1988 Rubangi bekerja di Puskesmas Gondokusuman dilanjutkan ke Puskesmas Tegalrejo dan pada tahun 2004 berpindah ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta selaku Program Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD hingga sekarang.

“Selama menjadi ASN tidaklah mudah, dibutuhkan sehat jasmani dan rohani serta butuh keikhlasan dalam bekerja,” ungkap Rubangi.

Dikarenekan, tidak dipungkiri banyak hambatan yang dilalui terutama dalam jabatan yang dipegangnya saat ini, dimana dalam upaya menurunkan angka DBD di Kota Yogyakarta dengan berbagai penanggulangan seperti melakukan program satu rumah satu Jumantik atau juru pemantau jentik, untuk menurunkan angka kematian akibat DBD.

Diketahui, Kota Yogyakarta pernah menghadapi Kejadian Luar Biasa pada tahun 2016. Dimana angka penderita DBD mencapai 1690 jiwa.

Hal ini membuat Rubangi dan pihak terkait lainnya bekerja keras untuk menanggulangi agar tidak terjadi kembali kejadian KLB seperti tahun 2016. Salah satunya dengan melakukan WMP yang bekerjasama dengan FK-KMK UGM dan Yayasan Tahija.

Dimana pemerintah dan FK-KMK UGM melakukan penelitian selama 11 tahun dan sampai saat ini secara efektif berhasil menurunkan 77 persen kasus DBD serta menurunkan 86 persen tingkat rawat inap akibat DBD.

“Namanya bekerja ada hambatan dan kendala namun kami selalu berkomunikasi bersama puskesmas, kelurahan dan kemantren dalam upaya pencegahan DBD di Kota Yogyakarta,” jelasnya

Rubangi mengungkapkan, hingga saat ini angka penderita DBD turun drastis dimana pada bulan Maret 2023 hanya ada 20 kasus penderita DBD. Hal ini membuktikan apa yang dilakukan pemerintah berhasil menekan penyakit DBD di masyarakat bahwa dengan teknologi Wolbachia dapat menurunkan angka DBD.

Oleh sebab itu, ayah dari tiga orang anak ini mengatakan, sangat berbangga dan berterimakasih kepada masyarakat yang ikut serta dalam keterbiasaan hidup sehat dengan melakukan 3M yakni menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Kedua menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya, dan ketiga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Rubangi melanjutkan, selain itu, dirinya bangga bisa menyumbangkan salah satu pengabdian sebagai ASN di Pemkot Yogyakarta dengan menurunkan dan mengurangi angka kematian DBD.

Menurutnya, pencapaian dan kebaikan yang didapat hingga saat ini menjadi tabungan hingga pensiun, dimana pihaknya setelah purna tidak akan berhenti melayani masyarakat dengan berbagai kegiatan sosial seperti menjadi bendahara Takmir dan bendahara RT di wilayahnya.

“Harapannya dengan adanya pelepasan nyamuk, masyarakat tetap melaksanakan gerakan satu rumah satu jumantik dan semoga dengan adanya penghargaan ini merupakan hadiah kami pensiun yang amanah di masyarakat,” pungkas Rubangi.

Share10SendTweet7
Previous Post

Pemerintah Tetap Antisipasi Penyebaran Sub Varian Baru COVID-19 untuk menjaga momentum kebangkitan pariwisata Indonesia

Next Post

Dieng Orienteering Race, Promosikan Pariwisata dengan Menjelajahi Alam Terbuka

Next Post
Dieng Orienteering Race, Promosikan Pariwisata dengan Menjelajahi Alam Terbuka

Dieng Orienteering Race, Promosikan Pariwisata dengan Menjelajahi Alam Terbuka

Sandiaga Uno Memprediksi Perputaran Ekonomi saat Momen Mudik dan Libur Lebaran 2023 Mencapai 150 Triliun Rupiah

Sandiaga Uno Dorong Pemda Manggarai Barat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Labuan Bajo

Discussion about this post

NEWS UPDATE

DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

DPMPTSP Bontang Perkuat Layanan Inklusif untuk Warga Berkebutuhan Khusus

5 Desember 2025
PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

5 Desember 2025
Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

5 Desember 2025
Sinkronisasi Infrastruktur Wilayah untuk Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat

Sinkronisasi Infrastruktur Wilayah untuk Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat

5 Desember 2025
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Menhub Dudy Ajak Jajaran Kemenhub Jaga Kepercayaan Publik

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Menhub Dudy Ajak Jajaran Kemenhub Jaga Kepercayaan Publik

5 Desember 2025

POPULAR

  • Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kementerian PU Tindak Lanjuti Usulan Jembatan Gantung di Nias Selatan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WEGE Paparkan Tantangan Industri Dan Sesuaikan Dana IPO Untuk Jaga Likuiditas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.