Malang, Kabar SDGs – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates yang berlokasi di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hingga Oktober 2026, pengerjaan proyek pembangkit energi terbarukan tersebut telah mencapai 70 persen.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kontribusi energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
“Pembangunan PLTS Terapung Karangkates menunjukkan perkembangan positif. Capaian 70 persen ini memacu kami untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem,” kata Ruly dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Pembangkit tersebut dirancang memiliki kapasitas terpasang mencapai 133 megawatt peak (MWp). Dengan kapasitas itu, PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar kedua di Indonesia setelah PLTS Terapung Cirata yang berkapasitas 192 MWp. Kehadiran proyek ini juga memperkuat peran Jawa Timur dalam pengembangan energi bersih di Tanah Air.
Pembangunan PLTS Terapung Karangkates memanfaatkan area perairan Waduk Sutami seluas 71,435 hektare. Luasan tersebut hanya mencakup sekitar 3,7 persen dari keseluruhan permukaan waduk yang mencapai 1.905 hektare.
Pemanfaatan permukaan waduk menjadi pilihan yang efisien untuk menambah pasokan energi terbarukan tanpa membutuhkan pembebasan lahan darat dalam skala besar. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang perairan yang tersedia.
Dari sisi teknis, fasilitas ini akan dilengkapi delapan PV island atau gugusan instalasi panel surya, dengan rasio DC/AC rata-rata sebesar 1,33. Selain menyelesaikan pembangunan fasilitas utama pembangkit, PLN NP juga mempercepat pengerjaan jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) sepanjang 4,6 kilometer sirkuit serta pembangunan extension bay di Gardu Induk Sutami 150 kV.
Tahapan produksi listrik perdana atau first power dijadwalkan mulai berlangsung pada awal Desember 2026. Sementara itu, pengoperasian komersial secara penuh atau Commercial Operation Date (COD) ditargetkan terealisasi pada awal 2027.
Dengan target tersebut, PLTS Terapung Karangkates diharapkan dapat menambah kapasitas pembangkit berbasis energi terbarukan sekaligus mendukung upaya peningkatan pemanfaatan energi bersih dalam sistem kelistrikan nasional.












Discussion about this post