Batam, Kabar SDGs – Peresmian gedung baru Vihara Cetya Hui Tek Kiong di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, pada Minggu pagi turut diwarnai aksi kepedulian sosial. Pengurus vihara menyalurkan bantuan sebanyak lima ton beras kepada 1.000 penerima yang terdiri atas warga sekitar dan pengemudi ojek online (ojol).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 300 paket beras dialokasikan bagi pengemudi ojol dari berbagai platform transportasi daring, sedangkan 700 paket lainnya diserahkan kepada warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Lubuk Baja. Setiap paket berisi lima kilogram beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok penerima.
Perwakilan Vihara Cetya Hui Tek Kiong, Efendi Tan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pengurus terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Menurutnya, rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat luas.
“Bagi kami, kepedulian sosial perlu diwujudkan secara berkelanjutan melalui tindakan nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Efendi.
Ia menambahkan, aksi berbagi tidak seharusnya terbatas pada perayaan keagamaan maupun kegiatan seremonial. Pengurus vihara telah menjalankan penyaluran bantuan ke sejumlah permukiman, khususnya di sekitar tempat ibadah. Ke depan, jangkauan kegiatan sosial tersebut direncanakan diperluas, termasuk kepada anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
“Kegiatan serupa juga kerap kami lakukan di berbagai permukiman warga, terutama warga sekitar vihara. Ke depan, kami juga akan masuk ke beberapa panti asuhan untuk berbagi,” katanya.
Vihara Cetya Hui Tek Kiong mulai beroperasi di Batam pada 2010 setelah berpindah dari Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Selama 16 tahun berkembang di Batam, vihara ini tumbuh bersama umat dan masyarakat di sekitarnya. Saat ini, jumlah jemaatnya mencapai sekitar 400 orang.
Efendi menegaskan bahwa vihara tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin berkunjung. “Untuk saat ini kita ada sekitar 400 jemaat. Untuk angka, kita tidak ada batasan, kita terbuka,” ungkapnya.
Pembangunan gedung baru vihara berlangsung selama tujuh bulan. Peresmian bangunan tersebut kemudian dipadukan dengan kegiatan pembagian beras sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat sekitar. Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, panitia menggunakan sistem kupon. Paket bantuan diserahkan melalui koordinator masing-masing sebelum diterima oleh warga dan para pengemudi ojol.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat pengaturan antrean menjadi salah satu perhatian panitia. Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas dari Polsek Lubuk Baja turut membantu mengatur jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan aman.
Aksi sosial tersebut juga mendapat sambutan positif dari komunitas pengemudi ojol di Batam. Ketua Komando, Feriandi Tarigan, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pengurus vihara kepada para pengemudi transportasi daring. Ia menjelaskan bahwa 300 paket beras disalurkan kepada anggota komunitas dari berbagai perusahaan layanan, di antaranya Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee.
Menurut Feriandi, bantuan tersebut memiliki arti bagi para pengemudi yang setiap hari bekerja di jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah tuntutan pekerjaan dan kebutuhan sehari-hari.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menginspirasi rumah ibadah maupun organisasi lain untuk berkontribusi kepada masyarakat. Bagi komunitas ojol, bantuan tersebut bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga mencerminkan kebersamaan antara pekerja, masyarakat, dan lembaga keagamaan.
Penyaluran lima ton beras dalam rangka peresmian gedung baru ini memperlihatkan bagaimana momentum keagamaan dapat dimanfaatkan untuk memperluas manfaat bagi lingkungan sekitar. Melalui kegiatan tersebut, Vihara Cetya Hui Tek Kiong turut mengambil bagian dalam memperkuat solidaritas dan menumbuhkan kepedulian sosial di Kota Batam.











Discussion about this post