Tanjungpinang, Kabar SDGs – Warga Batu 8 Atas, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai menaruh harapan baru terhadap ketersediaan air bersih setelah pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) mulai dilaksanakan di wilayah tersebut. Infrastruktur yang dibangun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ini diharapkan dapat memperluas akses air bersih hingga ke rumah-rumah penduduk.
Pembangunan jaringan perpipaan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri tersebut didukung anggaran sebesar Rp5,7 miliar. Pengerjaan proyek yang berlokasi di sepanjang Jalan Raja Haji Fisabilillah itu dipercayakan kepada CV Bengkel Spesialis Kepri. Keberadaan jaringan ini diharapkan memperluas jangkauan pelayanan PDAM Tirta Kepri bagi masyarakat setempat.
Salah seorang warga Batu 8 Atas, Edi Siswanto, menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Ia mengatakan, masyarakat telah menantikan kehadiran jaringan perpipaan air bersih selama bertahun-tahun.
“Sudah begitu lama kita menunggu pipanisasi air bersih ini masuk ke wilayah Batu 8 Atas. Alhamdulillah tahun ini proyek pipanisasinya sudah dikerjakan. Sebagai masyarakat saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Dinas PUPR Kepri,” ujar Edi, Kamis (22/10/2026).
Menurut Edi, keterbatasan air bersih menjadi persoalan yang cukup membebani warga, terutama ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu lama. Ketika hujan tidak turun, masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut semakin menyulitkan karena harga air terus meningkat.
“Bila lama tidak hujan kita selalu kesulitan air bersih. Mau beli terus harga air makin mahal. Kalau ada pipanisasi air bersih sampai ke rumah warga tentu akan sangat membantu sekali,” katanya berharap proyek rampung tahun ini sehingga pelayanan PDAM bisa menjangkau rumah warga pada 2027.
Dukungan terhadap pembangunan jaringan tersebut juga disampaikan Herianto, warga Perumahan Pinang Cipta Karya. Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan tanpa kendala sehingga masyarakat segera memperoleh kemudahan dalam mengakses air bersih.
“Proyek pipanisasi air bersih ini memang yang kami tunggu-tunggu. Semoga cepat selesai dan masyarakat Batu 8 Atas bisa secepatnya menikmati air bersih dengan mudah,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri, Rodi Yantari, menyatakan bahwa pengawasan terhadap pengerjaan proyek terus dilakukan untuk memastikan mutu pekerjaan tetap terjaga dan penyelesaiannya sesuai dengan target. Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar, terutama layanan air bersih bagi masyarakat.
“Kita awasi terus pengerjaan proyek tersebut. Demi masyarakat tentu akan kita lakukan yang terbaik sesuai harapan dan keinginan Pak Gubernur,” ujar Rodi.
Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Rodi turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemungkinan terganggunya kelancaran lalu lintas selama proses penggalian tanah dan pemasangan pipa berlangsung.
Bagi warga Batu 8 Atas, pembangunan JDU ini menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan air bersih yang telah berlangsung lama. Meski demikian, penyelesaian jaringan perpipaan perlu diikuti dengan kesiapan sistem distribusi PDAM Tirta Kepri agar infrastruktur senilai Rp5,7 miliar tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih secara lebih mudah serta terjangkau.












Discussion about this post