Denpasar, Kabar SDGs – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat upaya pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM) di Bali melalui peningkatan kapasitas Pertamina Delivery Service (PDS), penguatan pasokan, serta optimalisasi operasional penyaluran. Langkah ini difokuskan pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar yang mengalami kepadatan antrean.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur berkurang. Pertamina terus memantau situasi di lapangan dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Perbaikan kondisi antrean menjadi perkembangan positif bagi kami. Untuk mendukung pemulihan layanan, kami memaksimalkan Pertamina Delivery Service sebagai salah satu alternatif pelayanan bagi pengendara sepeda motor, terutama di titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Lokasi dan kapasitas layanan terus kami evaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Ahad.
Melalui PDS, Pertamina menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite setiap hari di sejumlah SPBU di Denpasar. Mulai Jumat (16/10), kapasitas layanan tersebut ditingkatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus membantu mengurangi kepadatan antrean di lokasi tertentu.
Layanan ini diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor dengan batas pembelian maksimal tiga liter per orang dan pembayaran tunai. Titik pelayanan PDS tersebar di SPBU Teras Ayung, Nangka Utara, Kesiman, Trenggana, Hayam Wuruk, Antasura, Renon, dan Imam Bonjol. Penyesuaian lokasi dilakukan secara berkala dengan memperhatikan perkembangan antrean dan kebutuhan masyarakat.
Selain memperluas pelayanan langsung kepada konsumen, Pertamina juga memperkuat pasokan Pertalite melalui jalur laut. Pada Jumat (16/10), kapal MT Pangkalan Brandan tiba di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite. Sementara itu, MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan muatan 4 juta liter Pertalite.
Kedua kapal tersebut membawa total 20 juta liter Pertalite untuk mendukung ketersediaan BBM di Bali. Penguatan pasokan ini ditunjang oleh operasional IT Manggis dan FT Sanggaran selama 24 jam, serta kesiapan 108 mobil tangki dan 465 awak mobil tangki untuk mendistribusikan BBM ke berbagai SPBU.
Pertamina juga melakukan pemantauan stok secara berkelanjutan dan mempercepat penyaluran dari terminal menuju SPBU sesuai kebutuhan di lapangan. Seluruh kegiatan distribusi tetap dilaksanakan dengan memperhatikan standar keselamatan operasional.
Dari sisi pelayanan, sebanyak 66 SPBU di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam. Jumlah tersebut mencakup 42 SPBU di Denpasar dan 24 SPBU di Badung. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya turut diperkuat untuk mendukung kelancaran distribusi dan menjaga kondisi tetap kondusif.
“Kami terus mengupayakan pemulihan layanan melalui penguatan pasokan dan optimalisasi berbagai jalur pelayanan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dan mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Kami berharap masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti informasi dari kanal resmi Pertamina agar upaya pemulihan dapat berjalan dengan baik,” tutup Ahad.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terbaru mengenai layanan SPBU di Bali dapat mengakses akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali. Adapun pengaduan maupun permintaan informasi terkait layanan energi Pertamina dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.










Discussion about this post