Jakarta, Kabar SDGs – Persaingan antara OpenAI dan Apple memasuki babak baru setelah OpenAI menggugat perusahaan teknologi tersebut atas dugaan pencurian informasi rahasia mengenai proyek perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI) yang belum diluncurkan. Dalam gugatan itu, OpenAI menuduh seorang mantan karyawannya membawa lebih dari 100 dokumen internal saat kembali bekerja di Apple.
Perselisihan ini menyusul gugatan Apple terhadap OpenAI pada Juli lalu. Saat itu, Apple menuduh dua mantan karyawannya mengambil kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) milik perusahaan dan menyerahkannya kepada OpenAI.
Dalam perkara terbaru, OpenAI menyebut seorang karyawan yang identitasnya tidak diungkapkan pernah meninggalkan Apple untuk bekerja di OpenAI selama enam bulan sebelum kembali ke perusahaan yang berkantor pusat di Cupertino, Amerika Serikat. OpenAI menduga mantan karyawan tersebut membawa informasi rahasia mengenai pengembangan perangkat keras dan menyerahkannya kepada sejumlah eksekutif Apple.
Dokumen yang dipermasalahkan disebut berkaitan dengan proyek perangkat keras OpenAI, termasuk pengembangan smart speaker berbasis AI yang dikerjakan melalui kemitraan dengan LoveFrom, perusahaan desain milik Jony Ive, mantan kepala desain Apple. Selain perangkat pengeras suara pintar, OpenAI juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pengembangan perangkat earbud berbasis AI.
Menurut gugatan tersebut, lebih dari 100 berkas terkait proyek perangkat keras diduga dibawa oleh mantan karyawan itu. Namun, waktu terjadinya dugaan pengambilan dokumen belum dipastikan. Kondisi ini membuat belum jelas sejauh mana informasi yang dipermasalahkan dapat memengaruhi pengembangan produk Apple.
Dugaan tersebut juga dikaitkan dengan HomeView, perangkat hub rumah pintar yang baru diumumkan Apple. Meski demikian, belum ada bukti yang memastikan bahwa informasi rahasia milik OpenAI digunakan dalam pengembangan perangkat tersebut.
Apple membantah tuduhan yang diajukan OpenAI. Perusahaan menyatakan memiliki prosedur untuk memastikan karyawan baru tidak memanfaatkan informasi rahasia dari perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya.
Apple juga menyangkal pernah mengadakan presentasi yang disebut berkaitan dengan informasi rahasia OpenAI. Selain itu, perusahaan menyatakan tidak menemukan bukti keberadaan dokumen yang diduga dicuri di dalam server mereka.
Sebaliknya, OpenAI mengungkapkan kekhawatiran bahwa informasi sensitif perusahaan berpotensi tersebar dan dimanfaatkan dalam pengembangan produk pesaing. Dalam dokumen gugatannya, OpenAI menulis, “OpenAI sangat khawatir bahwa rahasia dagang dan informasi rahasianya kini beredar di dalam Apple, di mana para insinyur Apple dapat membentuk produk-produk Apple yang akan datang berdasarkan karya inovatif dan rahasia milik OpenAI.”
Sengketa kedua perusahaan tersebut diperkirakan berlanjut melalui proses hukum. Berdasarkan informasi dalam gugatan, persidangan kemungkinan berlangsung pada Oktober tahun depan, meskipun OpenAI menyebut proses itu berpotensi dimulai lebih awal, yakni pada Juni.
Hingga proses hukum berjalan, tuduhan mengenai pengambilan dan penggunaan informasi rahasia tersebut masih berupa klaim yang harus dibuktikan di pengadilan. Belum ada kepastian apakah dokumen yang dipermasalahkan benar-benar digunakan dalam pengembangan produk Apple.










Discussion about this post