Denpasar, Kabar SDGs – Tim Penggerak (TP) PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali kembali menggerakkan kegiatan kebersihan lingkungan secara serentak melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di sembilan kabupaten/kota pada Minggu (4/10/2026).
Di Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya, Desa Sidakarya. Aksi tersebut melibatkan organisasi lingkungan Sungai Watch, masyarakat setempat, serta para relawan dalam kegiatan membersihkan lingkungan pesisir dan kawasan mangrove.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari kolaborasi antara TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, hingga tingkat Desa Sidakarya. Selain membersihkan sampah secara langsung, kegiatan juga dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi serentak untuk melihat keberlanjutan serta dampak gerakan yang dilaksanakan setiap minggu pertama setiap bulan tersebut.
Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi di Sidakarya menjadi kesempatan pertama bagi Sungai Watch untuk berkolaborasi langsung dengan kader PKK dan Posyandu dalam menjaga aliran sungai sekaligus ekosistem mangrove di Denpasar.
“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujar Made Dwi Bagiasa di sela-sela kegiatan.
Dwi Bagiasa menjelaskan, persoalan sampah membutuhkan penanganan yang dilakukan secara menyeluruh. Sampah yang berasal dari kawasan permukiman maupun yang masuk ke aliran sungai dapat terbawa hingga pesisir dan laut. Karena itu, kesadaran mengenai pengurangan serta pengelolaan sampah perlu terus dibangun melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia secara khusus mengapresiasi peran Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, yang dinilai aktif menggerakkan para kader hingga tingkat lingkungan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
“Kita lihat semangat Ibu, Bunda Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.
Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dirancang sebagai gerakan berbasis masyarakat yang tidak berhenti pada kegiatan kebersihan rutin. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup bersih sekaligus memperkuat karakter masyarakat melalui kegiatan bersama.
Monitoring dan evaluasi yang dilakukan serentak di sembilan kabupaten/kota menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan gerakan. Selain memastikan kegiatan berjalan konsisten, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial dan menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, TP PKK Provinsi Bali mendorong penerapan budaya bersih yang dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat. Kebiasaan menjaga kebersihan diarahkan bermula dari telajakan dan halaman rumah masing-masing, kemudian berkembang hingga ruang publik yang digunakan secara bersama-sama.










Discussion about this post