Balikpapan, Kabar SDGs – Industri perhotelan di Kota Balikpapan masih menghadapi tekanan seiring pengetatan anggaran pemerintah yang berdampak pada sektor MICE. Di tengah perayaan ulang tahun ke-11, Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan mencatat tingkat okupansi hotel saat ini berada di kisaran 44-45 persen.
Direktur Operasional Platinum Hotel Group, H. Soegianto SE, menyampaikan kondisi tersebut saat memberikan keterangan dalam perayaan HUT ke-11 Platinum Hotel Balikpapan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Soegianto, salah satu faktor yang memengaruhi tingkat hunian adalah berkurangnya aktivitas dari segmen pemerintahan dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) akibat kebijakan penghematan anggaran.
“Ini yang sedikit kurang menggembirakan adalah kondisi okupansi, karena sampai sekarang yang ada di Kota Balikpapan dan Platinum sendiri antara 44-45 persen. Tantangannya saat ini memang pengetatan anggaran,” ungkap Soegianto di Platinum Hotel Balikpapan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menyebutkan, sebelum kebijakan pengetatan anggaran diterapkan, sektor pemerintahan dan MICE menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap tingkat hunian hotel di Balikpapan. Kontribusinya bahkan disebut mencapai sekitar 60 persen pada 2022 dan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau tahun 2022 dan tahun-tahun sebelumnya mendominasi hampir 60 persen itu dari MICE. Nah tapi dengan adanya pengetatan anggaran, otomatis yang 60 persen ini hilang. Jadi kue yang sekian ini diperebutkan sekian hotel yang ada di Kota Balikpapan,” jelasnya.
Untuk menghadapi perubahan tersebut, Platinum Hotel Balikpapan memilih memperkuat kualitas pelayanan sebagai salah satu strategi utama. Hotel yang menjadi bagian awal dari jaringan Platinum Group tersebut saat ini tergabung dalam jaringan yang memiliki total 1.128 kamar di seluruh Indonesia.
Soegianto mengatakan keberlangsungan Platinum selama lebih dari satu dekade tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi, serta ketekunan seluruh karyawan dalam menjalankan operasional hotel.
“Strategi kita tahun ini tentunya harus memberikan pelayanan yang terbaik, pelayanan yang prima, memberikan produk-produk yang inovatif. Jadi intinya adalah pelayanan, pelayanan dan pelayanan. Kalau tamunya puas otomatis mereka akan kembali dan kembali,” tegasnya.
Memasuki usia 11 tahun, Platinum Hotel Balikpapan mengusung tema “Timeless Hospitality”. Tema tersebut menggambarkan komitmen hotel untuk menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar memberikan kenyamanan selama menginap, tetapi juga meninggalkan kesan bagi para tamu.
“Platinum memang menghadirkan layanan terbaik dan menjadi rumah nyaman bagi tamu dan menjadi mitra terpercaya untuk berbagai kegiatan bisnis maupun momen istimewa,” kata Soegianto seperti pernah disampaikannya pada perayaan sebelumnya.
Menurut Soegianto, pengalaman positif yang dibawa pulang tamu diharapkan dapat menjadi rekomendasi kepada lingkungan terdekat mereka. Dengan demikian, kepuasan pelanggan dapat berkembang menjadi promosi dari mulut ke mulut bagi hotel.
“Dengan usia yang sebelas tahun, kita sudah dewasa. Kita harus bagaimana memberikan inovasi supaya Platinum tetap memberikan yang terbaiknya. Mudah-mudahan dengan kenang-kenangan atau memori indah yang mereka dapat di Platinum bisa ditularkan kepada teman-temannya,” tutup Soegianto.










Discussion about this post