• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
26 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Kutim Ubah Sampah jadi Makanan Ternak

by SDGS Admin
24 September 2026
Kutim Ubah Sampah jadi Makanan Ternak
15
SHARES
93
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Kutai Timur, Kabar SDGs – Sampah makanan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mulai dikembangkan sebagai bahan baku yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menekan biaya pakan ternak. Pemanfaatannya dilakukan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diintegrasikan dengan sistem peternakan terpadu.

Program tersebut melibatkan pemerintah daerah bersama komunitas peternak, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Pengembangan maggot menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan peternak terhadap bahan pakan yang selama ini masih didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Sulawesi dan Jawa.

BACA JUGA

PLN EPI Resmikan TPS3R di Mataram

PLN EPI Resmikan TPS3R di Mataram

18 September 2026
Jakarta Barat Siapkan TPS 3R Percontohan

Jakarta Barat Siapkan TPS 3R Percontohan

10 September 2026
Surabaya Perkuat Pemilahan Sampah dari Rumah dengan Pisang Danor

Surabaya Perkuat Pemilahan Sampah dari Rumah dengan Pisang Danor

24 Agustus 2026

Perwakilan Komunitas Peternak Mandiri, Ali Mahmudi, mengatakan sampah organik memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan metode yang tepat. Sisa makanan yang sebelumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot untuk kemudian digunakan sebagai salah satu sumber pakan ternak.

“Persoalan sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang apabila dikelola secara tepat,” kata Ali Mahmudi dalam Sosialisasi dan Pelatihan Budi Daya Maggot BSF serta Peternakan Ayam Kampung Terpadu di Jalan Santai RT 05, Sangatta Selatan, Selasa (22/9/2026)..

Skema yang dikembangkan menggunakan pola produksi berkelanjutan. Sampah organik dimanfaatkan untuk membesarkan maggot, kemudian maggot digunakan sebagai pakan ayam, ikan, maupun jenis ternak lainnya. Hasil dari kegiatan peternakan tersebut selanjutnya dapat menghasilkan bahan pangan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi.

Dengan mekanisme tersebut, sampah organik dapat kembali masuk ke dalam rantai produksi dan tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah. Konsep ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan sektor peternakan dan pangan.

Ali menjelaskan bahwa gagasan tersebut mulai dikembangkan sejak 2021 melalui sejumlah pembahasan mengenai persoalan sampah di Kutim. Seiring perkembangannya, konsep tersebut diperluas dengan menggabungkan pengelolaan sampah dan budidaya berbagai komoditas peternakan, mulai dari maggot, ayam, ikan, kambing hingga sapi.

Komunitas Peternak Mandiri juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam kerja sama tersebut, sisa makanan dimanfaatkan sebagai bahan yang dapat digunakan untuk budidaya maggot.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kutim, Purno Edi, mengatakan persoalan biaya pakan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sektor peternakan di daerah. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan peternak ayam, tetapi juga subsektor kambing, sapi, hingga perikanan.

Ketergantungan terhadap bahan pakan dari luar daerah juga dapat membuat kegiatan produksi menghadapi risiko ketika terjadi kendala distribusi maupun kondisi cuaca yang memengaruhi pasokan.

“Pengembangan sumber pakan lokal menjadi salah satu bagian penting dari sistem peternakan terpadu,” ujarnya.

Purno mengatakan penguatan produksi pangan dari dalam daerah masih diperlukan karena kebutuhan masyarakat Kutim belum seluruhnya dapat dipenuhi oleh produksi lokal. Salah satu komoditas yang masih memperoleh pasokan dari luar daerah adalah telur.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan. Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan berbagai program bantuan dan pendampingan yang tersedia, termasuk melalui penyuluh pertanian lapangan.

Selain meningkatkan produksi, aspek pemasaran juga menjadi perhatian dalam pengembangan peternakan. Kepastian pasar diperlukan agar hasil produksi peternak dapat terserap dengan baik dan peningkatan produksi tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Pendampingan untuk memperkuat akses pasar dapat dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah yang membidangi koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta perdagangan.

Pengembangan peternakan terpadu juga dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat mengambil peran agar model tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

RT 05 Sangatta Selatan menjadi lokasi kegiatan karena kawasan tersebut telah memiliki sejumlah aktivitas produktif yang berkaitan dengan konsep peternakan dan pengelolaan sumber daya. Di lokasi itu terdapat kegiatan budidaya maggot, ayam, kambing, sapi, perikanan, madu kelulut, hingga pengolahan sampah.

Keberadaan berbagai kegiatan tersebut menjadikan lokasi pelatihan tidak hanya sebagai tempat penyampaian materi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat dan mempelajari penerapan peternakan terpadu secara langsung.

Ketua SIGAP, Bahtiar Bakri, mendorong agar model pemberdayaan tersebut dapat melibatkan lebih banyak pemuda dan pelaku UMKM. Menurutnya, pengembangan usaha tidak cukup hanya berfokus pada penambahan jumlah kelompok peternak, tetapi juga perlu mencakup pengolahan hasil produksi hingga pemasaran.

Pengembangan tersebut juga diarahkan agar dapat diterapkan di tingkat desa dengan dukungan kelembagaan ekonomi, termasuk melalui Koperasi Desa Merah Putih. Dengan demikian, pengelolaan sampah, produksi pakan, peternakan, dan pemasaran dapat dikembangkan sebagai rangkaian kegiatan ekonomi yang saling berkaitan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik budidaya maggot BSF dan ayam kampung unggul. Materi disampaikan oleh sejumlah praktisi dan pelaku usaha peternakan, di antaranya Toni Halim dan Edi Sofyan.

Share6SendTweet4
Previous Post

Sumut Buka Peluang Investasi Bersama Amerika Serikat

Next Post

Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa

Next Post
Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa

Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Tampung 11.340 Siswa

Mahasiswa USK Raih Juara Internasional dengan Inovasi Mangrove

Mahasiswa USK Raih Juara Internasional dengan Inovasi Mangrove

Discussion about this post

NEWS UPDATE

ASDP Hadir dalam Duka, Sampaikan Tali Kasih bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu

ASDP Hadir dalam Duka, Sampaikan Tali Kasih bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu

25 September 2026
Gaya Archive, Angkat Budaya Lewat Fesyen

Gaya Archive, Angkat Budaya Lewat Fesyen

25 September 2026
Pesan Keselamatan Datang dari Keluarga Pekerja

Pesan Keselamatan Datang dari Keluarga Pekerja

25 September 2026
PLN Group Jalin Kolaborasi Senilai 3,3 Triliun

PLN Group Jalin Kolaborasi Senilai 3,3 Triliun

25 September 2026
Balikpapan Sesuaikan Pembelajaran Hadapi Kabut Asap

Balikpapan Sesuaikan Pembelajaran Hadapi Kabut Asap

25 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3072 shares
    Share 1229 Tweet 768
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3391 shares
    Share 1356 Tweet 848
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3035 shares
    Share 1214 Tweet 759
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3070 shares
    Share 1228 Tweet 768
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3076 shares
    Share 1230 Tweet 769

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.