Cianjur, Kabar SDGs – Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas pangan nasional melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS), salah satunya dengan metode penanaman padi tabela atau tanam benih langsung.
Program yang mulai diperkenalkan di sejumlah daerah tersebut kini diterapkan di Kabupaten Cianjur. Di Kecamatan Cianjur, metode tersebut telah mulai dijalankan di beberapa desa dan kelurahan, termasuk Desa Babakankaret.
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cianjur melalui penyuluh wilayah binaan Desa Babakankaret, Hj Nia, yang disampaikan Neneng Tintin Suhartini, menjelaskan bahwa metode tabela dinilai lebih sesuai diterapkan ketika memasuki musim kemarau.
“Ini merupakan program dari kementerian yang baru launching di bulan Juli 2026, dan baru dilaksanakan di bulan Agustus 2026,” katanya kepada Radar Cianjur, Selasa (01/09).
Ia menjelaskan, metode tabela merupakan teknik menanam benih padi secara langsung di lahan utama tanpa melewati tahapan persemaian maupun pemindahan bibit. Dalam penerapannya, proses penanaman menggunakan alat semai khusus.
Di Kecamatan Cianjur, program tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Muka, Desa Limbangansari, Desa Sukamaju, Desa Nagrak, serta Desa Babakankaret.
“Untuk Kecamatan Cianjur yaitu Kelurahan Muka, Desa Limbangansari, Desa Sukamaju, Desa Nagrak, dan juga Desa Babakankaret, hampir setengahnya sudah dilaksanakan di Kecamatan Cianjur,” tuturnya.
Menurutnya, faktor musim menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam penerapan metode tersebut. Penanaman dengan sistem tabela dianjurkan dilakukan pada musim kemarau dan tidak diterapkan ketika curah hujan tinggi.
“Karena kalau tabela itu kalau musim hujan nanti benihnya bisa berhamburan kemana-mana akibat kehujanan. Jadi itu dilaksanakan sesuai musim,” ungkapnya.
Pelaksanaan penanaman padi tabela di Desa Babakankaret turut melibatkan sejumlah pihak. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Babakankaret Isep Solihin serta jajaran UPTD Pertanian Kecamatan Cianjur.
Penerapan metode tabela menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan sistem pertanian modern sekaligus meningkatkan hasil produksi padi. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketersediaan pangan di tingkat nasional maupun daerah.
“Ini merupakan program dari Pemerintah untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian khususnya padi dan juga meningkatkan ketahanan pangan,” tegasnya.






Discussion about this post