• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Google Izinkan Watermark Konten AI Dihapus

by SDGS Admin
21 Agustus 2026
Google Izinkan Watermark Konten AI Dihapus
15
SHARES
93
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Google memberikan pilihan baru bagi pengguna untuk menghilangkan watermark yang terlihat pada sejumlah konten yang dibuat menggunakan layanan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan tersebut memberikan keleluasaan lebih besar bagi pengguna dalam menentukan tampilan akhir konten sebelum digunakan atau dibagikan.

Fitur ini muncul setelah sejumlah pengguna menyampaikan keberatan terhadap watermark yang ditempatkan di sudut kanan bawah gambar hasil generasi AI menggunakan model Nano Banana milik Google. Kini, tanda air yang terlihat tersebut dapat dihapus melalui pengaturan pada layanan Gemini dan Flow.

BACA JUGA

UGM Perkuat Riset AI Lewat Pusat Teknologi

UGM Perkuat Riset AI Lewat Pusat Teknologi

17 Agustus 2026
Google Images Hadirkan Fitur AI Baru

Google Images Hadirkan Fitur AI Baru

19 Juli 2026
IPOT Dorong Literasi Finansial dan Pemanfaatan AI Bagi Generasi Muda

IPOT Dorong Literasi Finansial dan Pemanfaatan AI Bagi Generasi Muda

12 Juni 2026

Pilihan serupa juga direncanakan hadir pada fitur AI Mode di Google Search. Dengan tambahan opsi tersebut, pengguna nantinya dapat mengatur apakah watermark visual akan ditampilkan atau dihilangkan dari konten yang dibuat menggunakan teknologi AI Google.

Penghapusan watermark visual tidak hanya berlaku untuk gambar. Google juga menyediakan opsi serupa untuk video yang dibuat menggunakan Gemini Omni serta lagu yang dihasilkan dengan model AI Lyria.

Meski memberikan keleluasaan untuk menghapus tanda yang terlihat, Google tetap mempertahankan teknologi penanda digital yang berfungsi mengidentifikasi konten hasil generasi AI. Artinya, penghilangan watermark yang tampak secara kasatmata tidak berarti seluruh jejak bahwa konten dibuat menggunakan AI ikut hilang.

Salah satu sistem yang tetap digunakan adalah SynthID. Teknologi tersebut menyematkan penanda yang tidak terlihat secara langsung pada konten hasil AI. Selain itu, metadata C2PA juga tetap dapat disertakan untuk memberikan informasi mengenai asal-usul serta riwayat sebuah konten digital.

Dengan mekanisme tersebut, konten yang watermark visualnya telah dihapus masih memiliki penanda yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi bahwa konten tersebut dibuat atau diproses menggunakan AI.

Pengguna juga dapat memanfaatkan Gemini untuk menanyakan apakah sebuah gambar dibuat menggunakan AI. Sistem dapat memberikan informasi tersebut dengan mengacu pada penanda digital yang tersedia pada konten.

Namun, kebijakan penghapusan watermark memiliki batasan tertentu. Google menyatakan pengguna tidak dapat menghilangkan watermark yang terlihat apabila berada di negara atau wilayah yang memiliki ketentuan hukum yang mewajibkan tanda tersebut tetap dicantumkan.

Kebijakan baru ini menunjukkan upaya Google untuk menyeimbangkan kebutuhan fleksibilitas pengguna dengan kepentingan transparansi konten digital. Watermark yang terlihat dapat dihilangkan ketika diperbolehkan, sementara sistem penanda digital yang tidak terlihat tetap dipertahankan untuk membantu mengenali konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Share6SendTweet4
Previous Post

Infinix Hadirkan Store 5.0 Pertama di Surabaya

Next Post

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

Next Post
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Investasi Baru Perkuat Ekosistem Nusantara

Investasi Baru Perkuat Ekosistem Nusantara

21 Agustus 2026
Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

21 Agustus 2026
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

21 Agustus 2026
Google Izinkan Watermark Konten AI Dihapus

Google Izinkan Watermark Konten AI Dihapus

21 Agustus 2026
Infinix Hadirkan Store 5.0 Pertama di Surabaya

Infinix Hadirkan Store 5.0 Pertama di Surabaya

21 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1888 shares
    Share 755 Tweet 472
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1950 shares
    Share 780 Tweet 488
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1896 shares
    Share 758 Tweet 474
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1916 shares
    Share 766 Tweet 479

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.