Bogor, Kabar SDGs – Lebih dari 700 personel militer dari 22 negara mengikuti Latihan Pemeliharaan Perdamaian Multinasional 2026 (MPE26) Garuda Canti Dharma III 2026 yang digelar di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian dunia.
Berdasarkan keterangan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yang dikonfirmasi pada Selasa (21/7/2026), latihan berlangsung mulai 20 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Komando Pasifik Amerika Serikat (USPACOM), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta personel militer dari berbagai negara mitra.
“Latihan ini menegaskan kuatnya kemitraan pertahanan AS-Indonesia sekaligus komitmen bersama negara-negara peserta untuk memajukan perdamaian dan keamanan global,” bunyi pernyataan tersebut.
Kedutaan Besar Amerika Serikat menjelaskan, Garuda Canti Dharma merupakan latihan lapangan pemeliharaan perdamaian internasional tahunan terbesar di dunia yang bertujuan meningkatkan kapasitas pasukan dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Peserta latihan berasal dari lima benua, termasuk Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Kanada, Argentina, Brasil, Uruguay, Inggris, Belanda, Australia, dan Selandia Baru. Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan latihan tersebut untuk keempat kalinya.
Pada upacara pembukaan, Wakil Ajudan Jenderal Garda Nasional Hawaii, Brigadir Jenderal Phillip L. Mallory, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, TNI, dan PMPP atas terselenggaranya latihan multinasional tersebut.
Menurut Mallory, Garuda Canti Dharma telah berkembang menjadi salah satu latihan pemeliharaan perdamaian berskala internasional yang menunjukkan komitmen bersama dalam menyiapkan pasukan yang profesional, berintegritas, dan menghormati masyarakat di wilayah penugasan.
“Latihan bersama hari ini akan memperkuat kemampuan kita untuk beroperasi bersama di masa depan demi mendukung perdamaian dan keamanan internasional,” ujar Brigjen Mallory dalam sambutan pembukaannya.
Selama latihan berlangsung, personel TNI, militer Amerika Serikat, dan negara-negara mitra akan menyelaraskan taktik, teknik, serta prosedur operasi guna meningkatkan interoperabilitas dalam pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rangkaian kegiatan Garuda Canti Dharma III 2026 meliputi pelatihan staf operasi pemeliharaan perdamaian PBB, latihan lapangan, serta peningkatan kapasitas berbagai elemen pendukung yang berada di lingkungan PMPP.
Melalui penyamaan pemahaman mengenai taktik, teknik, dan prosedur operasi, latihan ini diharapkan mampu memperkuat interoperabilitas antara pasukan Indonesia, Amerika Serikat, dan negara-negara mitra. Upaya tersebut menjadi bagian dari peningkatan kesiapan serta efektivitas personel dalam menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di berbagai belahan dunia.









Discussion about this post