• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Tanjung Seloka Jadi Contoh Ekonomi Pesisir Berkelanjutan

by SDGS Admin
7 April 2026
Tanjung Seloka Jadi Contoh Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
22
SHARES
136
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Budidaya Kepiting Soka Jadi Andalan Warga Kotabaru

Budidaya Kepiting Soka Jadi Andalan Warga Kotabaru

12 Agustus 2026
Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026 Perkuat Promosi Wisata Bahari dan Ekonomi Pesisir

Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026 Perkuat Promosi Wisata Bahari dan Ekonomi Pesisir

8 Juli 2026
Menhub Dudy Tegaskan Pentingnya Keselamatan Pelayaran pada Masyarakat Pesisir

Menhub Dudy Tegaskan Pentingnya Keselamatan Pelayaran pada Masyarakat Pesisir

18 Desember 2025

Kotabaru, Kabar SDGs – Desa Tanjung Seloka di Kecamatan Pulau Laut Selatan kini menunjukkan perubahan signifikan sebagai kawasan pesisir dengan ekonomi yang semakin berkembang. Transformasi ini didorong melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur yang mengarahkan masyarakat nelayan beralih dari pola tangkap tradisional ke budidaya kepiting soka yang lebih bernilai.

Sebelumnya, para nelayan setempat mengandalkan hasil tangkapan kepiting bakau dari alam dengan ukuran yang cenderung kecil dan harga jual yang rendah, sehingga pendapatan tidak stabil. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi dalam pengelolaan sumber daya pesisir agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui Program Desa Berdaya yang dimulai sejak 2024, PLN UIP KLT memperkenalkan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk membangun terumbu karang buatan serta rumah ikan atau Bioreef Block. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat ketersediaan sumber daya perikanan.

Memasuki 2025, program dikembangkan dengan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui budidaya kepiting soka dan penggemukan kepiting menggunakan metode Recirculating Aquaculture System (RAS). Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan nilai jual hasil perikanan sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang lebih stabil.

Ketua Kelompok Nelayan “Seloka Crabs”, Irhamsyah, mengungkapkan perubahan yang dirasakan setelah mengikuti program tersebut. “Dulu kami hanya menjual kepiting apa adanya, ukurannya kecil dan harganya rendah. Sekarang, setelah dibudidayakan dan digemukkan, nilainya jauh lebih tinggi dan hasilnya lebih pasti,” ujarnya.

Program ini dijalankan melalui pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, serta penyediaan sarana budidaya. Masyarakat tidak hanya mendapatkan teknologi baru, tetapi juga dibekali kemampuan dalam mengelola usaha secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

Hasilnya mulai terlihat dengan capaian produksi sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 90 kilogram, dengan rata-rata produksi bulanan kini stabil di kisaran 30 kilogram. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi sekaligus keberlanjutan usaha yang mulai terbentuk.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa peran PLN tidak hanya sebatas penyedia energi, tetapi juga turut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai potensi pesisir Tanjung Seloka sangat besar dan perlu dikembangkan dengan pendekatan yang menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.

Keberhasilan program ini juga membuka peluang kerja baru, memperkuat kelembagaan kelompok nelayan, serta meningkatkan minat masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya serupa. Budidaya kepiting soka kini menjadi salah satu sumber penghasilan alternatif yang menjanjikan bagi warga setempat.

Dari sisi lingkungan, penerapan metode RAS memungkinkan kegiatan budidaya dilakukan secara efisien tanpa mengurangi populasi kepiting di alam, sehingga kelestarian ekosistem tetap terjaga.

Pada 2026, PLN UIP KLT melanjutkan program ini dengan memperkuat aspek lingkungan dan ekonomi melalui pelatihan, penyuluhan, penanaman pohon, serta dukungan peralatan bagi pelaku usaha mikro. Langkah ini diharapkan mampu memperluas dampak positif yang telah dirasakan masyarakat.

Transformasi yang terjadi di Desa Tanjung Seloka menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi lokal dengan pendekatan yang tepat mampu menciptakan perubahan nyata sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat pesisir menuju ekonomi yang berkelanjutan.

 

Share9SendTweet6
Previous Post

Kementerian PU Dorong Realisasi Anggaran untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera

Next Post

Kutim Usulkan Bandara Umum di Kawasan Maloy

Next Post
Kutim Usulkan Bandara Umum di Kawasan Maloy

Kutim Usulkan Bandara Umum di Kawasan Maloy

Intensitas Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Sembahe

Intensitas Hujan Tinggi Sebabkan Longsor di Sembahe

Discussion about this post

NEWS UPDATE

SIER Gandeng Dua Investor di EJIF 2026

SIER Gandeng Dua Investor di EJIF 2026

8 Oktober 2026
Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

8 Oktober 2026
PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

8 Oktober 2026
Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

8 Oktober 2026
Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

7 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3597 shares
    Share 1439 Tweet 899
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3599 shares
    Share 1440 Tweet 900
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3578 shares
    Share 1431 Tweet 895
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3544 shares
    Share 1418 Tweet 886
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.