Kediri, Kabar SDGs – General Manager PT SGN MKSO Kebun Dhoho, Juniyanto, bersama jajaran manajemen memastikan seluruh program tanaman tebu di lingkungan MKSO Kebun Dhoho berjalan sesuai rencana. Pengawasan dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi tanaman di setiap titik lahan.
“Hampir setiap hari kami cek lahan untuk memastikan program tanaman kami berjalan dengan baik,” tegas Juniyanto.
MKSO Kebun Dhoho saat ini mengelola hamparan tebu seluas 5.805,59 hektare yang terbagi dalam dua rayon. Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare berada di Kecamatan Ploso Klaten, sementara Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare mencakup sejumlah wilayah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar.
Menurutnya, hingga saat ini seluruh program budidaya berjalan sesuai target yang telah ditetapkan manajemen. “Alhamdulillah sejauh ini program berjalan dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, tantangan pada musim tanam 2026 tidak ringan. Anomali cuaca yang tidak menentu menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius karena berpotensi memengaruhi produktivitas tebu.
“Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat semoga hasil tanaman MKSO Kebun Dhoho tahun ini memuaskan dan ikut menyukseskan program pemerintah pusat swasembada gula nasional,” harapnya.









Discussion about this post