• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Februari 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Kementerian PU Siapkan Rencana Penanganan Muara di Aliran Sungai Terdampak Bencana Sumatera

by Riski Yanti
20 Januari 2026
Kementerian PU Siapkan Rencana Penanganan Muara di Aliran Sungai Terdampak Bencana Sumatera
17
SHARES
107
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan langkah penanganan muara sungai di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penanganan muara menjadi bagian penting dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, mengingat peran muara sebagai titik akhir aliran sungai yang sangat mempengaruhi kapasitas pengendalian banjir dan aliran sedimen ke laut.

BACA JUGA

Menteri PU Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Merauke Tetap Menjadi Prioritas

Menteri PU Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Merauke Tetap Menjadi Prioritas

10 Februari 2026
Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh

Kementerian PU Bangun 2 Puskesmas Darurat di Aceh

1 Februari 2026
Kebut Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh

Kebut Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh

1 Februari 2026

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan muara memerlukan pendekatan teknis yang cermat dan tidak dapat disamaratakan antara aliran sungai satu dengan sungai lain di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Menurut Menteri Dody, sebagian besar muara yang terdampak membutuhkan penanganan menggunakan kapal keruk (dredger), terutama untuk muara sungai besar yang mengalami pendangkalan berat akibat sedimentasi pascabencana.

“Sebagian besar pembersihan muara itu membutuhkan dredger. Tidak bisa cukup hanya menggunakan alat berat biasa seperti excavator atau metode percepatan lainnya. Memang ada muara tertentu yang bisa ditangani tanpa dredger, contohnya di Krueng Meureudu, tetapi dari total 23 muara, mungkin hanya sekitar satu sampai tiga lokasi yang bisa menggunakan pola yang sama,” kata Menteri Dody.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan survei teknis Kementerian PU, tercatat 23 muara sungai terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Untuk Provinsi Aceh terdapat 8 muara terdampak, dengan 1 muara sedang ditangani, 2 muara dalam rencana penanganan, dan 5 muara belum ditangani.

Di Provinsi Sumatera Utara terdapat 11 muara terdampak, dengan 8 muara dalam rencana penanganan dan 3 muara belum ditangani.

Sementara di Provinsi Sumatera Barat tercatat 4 muara terdampak, dengan 3 muara telah ditangani dan 1 muara dalam rencana penanganan.

Menteri Dody menyampaikan, penggunaan dredger tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa perencanaan matang.

Tahapan desain harus disusun terlebih dahulu untuk memastikan lokasi pembuangan material hasil pengerukan, apakah akan dimanfaatkan sebagai tanggul, ditempatkan menjauh ke laut, atau digunakan untuk kebutuhan teknis lainnya.

“Kalau materialnya mau dijadikan tanggul, desainnya juga harus benar. Jangan sampai saat terjadi banjir berikutnya, tanggulnya tidak cukup kuat. Karena itu, untuk muara-muara besar, prosesnya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan lagi sekadar tanggap darurat,” jelas Menteri Dody.

Untuk itu, pada masa tanggap darurat ini, Kementerian PU memprioritaskan penanganan yang bisa dilakukan cepat, seperti perkuatan tanggul eksisting, khususnya sungai yang mengalir di kawasan perkotaan dan normalisasi sungai pada titik-titik kritis agar aliran air kembali lancar.

Selanjutnya untuk beberapa muara dengan status terdampak ringan yang memungkinkan ditangani dengan alat berat darat, pekerjaan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Untuk muara-muara yang relatif kecil dan bisa ditangani tanpa dredger, itu akan kita kerjakan dalam beberapa hari ke depan. Namun untuk muara yang besar, pengerjaannya harus menunggu desain selesai agar penanganannya tepat dan berkelanjutan,” ujar Menteri Dody.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi mengatakan, penanganan muara memiliki manfaat besar terhadap pengendalian banjir di wilayah hulu dan hilir.

Pendangkalan dan penyempitan muara dapat menyebabkan aliran sungai melambat, air meluap ke permukiman, serta memperparah risiko banjir berulang.

“Kondisi muara ini sangat menentukan. Kalau muara tersumbat, sebaik apapun normalisasi sungai di hulu, air tetap sulit keluar ke laut. Karena itu penanganan muara harus menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir secara menyeluruh,” ujar Ferry.

Penanganan muara akan diintegrasikan dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar fungsi sungai dan muara dapat pulih optimal serta mampu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Share7SendTweet4
Previous Post

Petugas OTC KAI Services Viral Berkat Aksi Sigapnya Membantu Penumpang di KA Argo Semeru

Next Post

Padat Karya Kementerian PU Beri Harapan Warga Terdampak Bencana Sumatera

Next Post
Padat Karya Kementerian PU Beri Harapan Warga Terdampak Bencana Sumatera

Padat Karya Kementerian PU Beri Harapan Warga Terdampak Bencana Sumatera

Wamen Ekraf Hadiri Handprinting Ceremony serta Meet & Greet Bersama Minho dan Highlight

Wamen Ekraf Hadiri Handprinting Ceremony serta Meet & Greet Bersama Minho dan Highlight

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

14 Februari 2026
Badung Perkuat Kelola Sampah dari Rumah Tangga

Badung Perkuat Kelola Sampah dari Rumah Tangga

14 Februari 2026
Sepatu Aveka Tembus Empat Besar Shopee Jagoan UMKM

Sepatu Aveka Tembus Empat Besar Shopee Jagoan UMKM

13 Februari 2026
Taman Kampung Baru Jadi Ruang Hijau Warga

Taman Kampung Baru Jadi Ruang Hijau Warga

13 Februari 2026
Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

Dosen UIN Ar Raniry Raih Juara Research Expo 2026

13 Februari 2026

POPULAR

  • BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    BRIN dan Royal Botanic Gardens Kew Inggris Berkolaborasi terkait Bank Benih

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Indonesia Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan Digital Dunia

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Budaya Nusantara

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Honda Jazz 2026 Muncul Kembali di Tengah Tekanan Mobil Listrik

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Honda Perkenalkan New CR-V e HEV di IIMS 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.