Kota Pekalongan, Kabar SDGs – Ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Pekalongan pada awal tahun 2026 secara umum masih dalam kondisi mencukupi, meski beberapa golongan darah tercatat berada pada level kurang aman, terutama golongan darah A dan AB. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan untuk memastikan pelayanan transfusi darah tetap berjalan optimal.
Petugas P2D2S UDD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, menyampaikan bahwa berdasarkan data terkini, stok darah Whole Blood di UDD PMI Kota Pekalongan terdiri atas golongan A sebanyak tujuh kantong, golongan B 62 kantong, golongan O 35 kantong, dan golongan AB 11 kantong. Sementara untuk komponen Packed Red Cells, golongan A tersedia 12 kantong, golongan B 33 kantong, golongan O 35 kantong, dan golongan AB 11 kantong.
Untuk komponen Thrombocyte Concentrate, ketersediaan darah tercatat lebih terbatas, dengan golongan A sebanyak tiga kantong, golongan B enam kantong, golongan O dua kantong, dan golongan AB dua kantong. Dari data tersebut, PMI menilai stok darah golongan A dan AB, khususnya trombosit yang memiliki masa simpan lebih singkat, berada pada kondisi yang perlu diwaspadai.
“Ketersediaan darah golongan A dan AB saat ini belum berada pada level aman. Kami berharap pendonor dengan golongan darah tersebut dapat segera mendonorkan darahnya,” ujar Fahmi, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, apabila terjadi lonjakan kebutuhan darah secara mendadak, kondisi stok yang terbatas ini berpotensi memengaruhi kelancaran pelayanan transfusi bagi pasien yang membutuhkan. Oleh karena itu, PMI Kota Pekalongan mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketersediaan darah.
Sebagai langkah antisipasi, PMI mengimbau warga yang sehat dan memenuhi syarat donor darah untuk mendonorkan darahnya, baik dengan datang langsung ke UDD PMI Kota Pekalongan maupun melalui kegiatan donor darah keliling yang rutin dilaksanakan. Fahmi menegaskan seluruh proses donor darah dilakukan sesuai standar pelayanan nasional dengan pengawasan tenaga medis profesional.
“PMI menjamin keamanan pendonor dan kualitas darah melalui penerapan prosedur keselamatan yang ketat,” katanya.
Melalui partisipasi aktif masyarakat, PMI Kota Pekalongan berharap stok darah, khususnya golongan A dan AB, dapat segera kembali pada level aman sehingga kebutuhan transfusi darah bagi masyarakat dapat terus terpenuhi secara berkelanjutan.












Discussion about this post