Tapanuli Utara, Kabar SDGs – Dukungan logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara mengalir dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang menyerahkan bantuan permakanan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Senin (1/12/2025). Bantuan yang dibawa langsung Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, itu diterima Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, di gudang logistik Bandara Sisingamangaraja, Silangit, Tapanuli Utara.
Bantuan seberat 15 ton tersebut sebelumnya diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat kargo pada Sabtu (30/11/2025). Isinya berupa kebutuhan dasar seperti mie instan, biskuit, beras, dan telur, yang disiapkan untuk menjangkau warga yang kini menghadapi keterbatasan pangan akibat bencana yang melanda berbagai wilayah di Sumatra Utara.
Cucun menyampaikan harapannya agar bantuan DPR dapat mengalir lancar hingga ke daerah-daerah terdampak, mulai dari Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, Langkat, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Barat, Padang Sidempuan hingga Nias. “Saya mengapresiasi BNPB yang telah berupaya menyalurkan bantuan hingga ke daerah terpencil dan terisolir, baik melalui jalur darat maupun udara,” kata Cucun.
BNPB kini mengerahkan enam helikopter untuk mempercepat distribusi bantuan ke permukiman yang sulit diakses kendaraan. Selain itu, BNPB kembali mengingatkan masyarakat yang ingin berdonasi agar menyalurkan bantuan melalui pos penanggulangan bencana demi menjaga kelancaran dan keamanan distribusi, sekaligus memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Penyaluran terpusat juga diperlukan agar akses transportasi tetap aman, terutama selama operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung di wilayah bencana.
Dalam penanganan darurat banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara dan Aceh, BNPB mengoperasikan tiga pos pelayanan logistik, masing-masing di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Sisingamangaraja Silangit serta UPT BNPB di Kota Padang, untuk memastikan penanganan berjalan terpadu dan berkelanjutan.











Discussion about this post