Jakarta Kabar SDGs – Jobstreet by SEEK memperkenalkan peningkatan terbesar teknologi pencocokan kandidat berbasis kecerdasan buatan sebagai jawaban atas kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin dinamis, di tengah pertumbuhan penduduk usia produktif yang terus meningkat. Peluncuran inovasi ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat gerakan nasional #NextMillionJobs, sebuah inisiatif yang sejak 2024 berhasil menghadirkan lebih dari satu juta iklan lowongan kerja dalam setahun.
Proyeksi Indonesia yang akan memasuki puncak bonus demografi pada 2045, dengan 70 persen penduduk berada pada usia produktif, menjadi alasan penting bagi percepatan penciptaan lapangan kerja dan efisiensi proses rekrutmen. SEEK melihat kondisi ini sebagai momentum untuk menghadirkan teknologi rekrutmen modern yang mampu menjawab kebutuhan perusahaan dan pencari kerja secara lebih tepat.
Dalam peluncuran yang berlangsung virtual pada Selasa, 18 November 2025, Sales Director Jobstreet by SEEK Indonesia, Wisnu Dharmawan, menegaskan bahwa peningkatan platform tersebut merupakan terobosan terbesar sepanjang hampir tiga dekade perjalanan SEEK. “Setelah berhasil menghadirkan 1 juta iklan lowongan kerja dalam gerakan #NextMillionJobs, hari ini Jobstreet by SEEK meluncurkan teknologi pencocokan AI terbesar, untuk menjawab tantangan perekrutan, yaitu menemukan kandidat yang tepat dengan lebih cepat,” ujarnya.
Teknologi baru ini menggabungkan AI SEEK, big data, dan sistem verifikasi kredensial untuk menghadirkan pencocokan kandidat yang lebih akurat. Bagi pemberi kerja, pembaruan ini menghadirkan high-fit matching yang meningkatkan kualitas kecocokan pelamar, reference check otomatis untuk mempercepat validasi kredensial, serta proses shortlisting yang lebih efisien. Sementara bagi pencari kerja, fitur SEEK Pass dengan verifikasi kredensial dan badge “Sangat Berminat” memberi peluang lebih besar untuk masuk daftar kandidat terpilih. Data SEEK Australia menunjukkan bahwa fitur prioritas lamaran tersebut meningkatkan kemungkinan hingga tiga kali lipat.
Wisnu menambahkan bahwa penguatan teknologi ini merupakan langkah strategis dalam komitmen jangka panjang perusahaan. Integrasi Jobstreet dan JobsDB ke platform tunggal SEEK di delapan negara Asia Pasifik, penerapan model “free to post, pay for performance” melalui Lite Ad, hingga upaya mendorong pasar rekrutmen Indonesia menuju ekosistem yang lebih aman dan transparan menjadi bagian dari perjalanan inovasi tersebut.
SEEK optimistis pembaruan teknologi berbasis AI ini tidak hanya akan mempercepat proses perekrutan perusahaan, tetapi juga memperluas peluang bagi pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keterampilan dan aspirasi mereka. Inisiatif ini sekaligus mempertegas kontribusi Jobstreet dalam gerakan #NextMillionJobs yang terus mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia. “Jobstreet by SEEK akan terus bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lebih banyak peluang kerja di masa depan,” tutup Wisnu.












Discussion about this post