Tanjungpinang Kabar SDGs – Ruang pertemuan Hotel Pelangi pagi itu mulai dipenuhi para peserta ketika Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Said Sudrajad, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Kecakapan Nelayan. Acara yang menjadi agenda penting bagi sektor perikanan daerah ini diawali dengan laporan Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Mufril Akhyar, S.Pi., yang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan keterampilan nelayan adalah fondasi bagi keselamatan dan profesionalitas saat melaut.
Suasana forum menguat ketika Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan, Arif Usman, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Provinsi Kepri yang dinilai konsisten memfasilitasi proses sertifikasi bagi para nelayan. Ia mempertegas kembali pentingnya kesiapsiagaan di lapangan. “Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan nelayan dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan,” ujarnya pada Selasa, 18 November 2025.
Sebagai simbol penguatan komitmen terhadap aspek keselamatan, sesi pembukaan diselingi dengan penyerahan life jacket kepada peserta. Kegiatan pelatihan sendiri berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 November 2025, dengan menghadirkan narasumber dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan, Bangka Belitung—lembaga yang ditunjuk sebagai penyelenggara sekaligus penjamin mutu oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KKP RI.
Sebanyak 180 nelayan dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau, mayoritas dari Tanjungpinang, mengikuti pelatihan ini. Untuk menjaga efektivitas pembelajaran, peserta dibagi ke dalam enam kelas yang masing-masing berisi 30 orang. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kompetensi, keterampilan, serta keselamatan nelayan sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kesejahteraan. Program ini juga menjadi langkah strategis mendukung kebijakan Penangkapan Ikan Terukur serta mendorong praktik penangkapan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di wilayah Kepri.












Discussion about this post