Kupang, Kabar SDGs – Keberhasilan tiga operasi bedah pembuluh darah otak berisiko tinggi di RSUP Prof. Dr. W. Z. Johannes Ben Mboi kini menjadi sorotan nasional setelah RS Ngoerah mengonfirmasi rangkaian tindakan tersebut sebagai operasi pertama di Indonesia Timur. Dua hari tindakan yang dilaksanakan pada 13 dan 14 November 2025 itu menjadi bagian dari Program Pengampuan Layanan Stroke Nasional dan dikukuhkan sebagai capaian penting dalam penguatan layanan bedah saraf daerah.
Tim gabungan dari RS Ngoerah dan RS PON Jakarta mendampingi RS Ben Mboi dalam menangani tiga prosedur kompleks, yakni STA–MCA bypass, clipping aneurysm, dan coiling aneurysm. Keberhasilan bypass sekaligus menempatkan NTT sebagai provinsi ke-9 di Indonesia yang mampu melaksanakan tindakan tersebut. “Capaian ini menunjukkan bahwa layanan bedah saraf kompleks dapat dikembangkan secara merata bila dilakukan pendampingan yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar keberhasilan klinis, melainkan momentum besar bagi Indonesia Timur,” ujar dr. Niryana, Sp.BS.
Selain bypass, tim juga berhasil menangani kasus aneurisma melalui clipping dan coiling. Menurut dr. Gemma, Sp.BS., kolaborasi menjadi fondasi utama keberhasilan. “Sinergi antara RS Ngoerah dan RS Ben Mboi membuat tindakan berjalan aman dan efisien. Ini bukti bahwa peningkatan kapasitas daerah bisa dicapai melalui kerja sama yang konsisten,” ujarnya.
Namun perjalanan menuju keberhasilan ini tidak lepas dari tantangan. Humas RSUP Prof. Ngoerah, I Ketut Dewa Krisna, menjelaskan bahwa kesiapan SDM lokal masih menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan bedah saraf canggih. “Tantangan terbesar adalah sumber daya manusia. Perawat dan radiografer di RS Ben Mboi belum terlatih untuk tindakan coiling, clipping, dan bypass. Selain itu, di sana belum tersedia tenaga neuroanestesi untuk prosedur bedah saraf yang canggih dan kompleks seperti clipping dan bypass,” ujarnya.
Dewa Krisna menambahkan bahwa fasilitas cathlab dan ruang operasi di RS Ben Mboi pada dasarnya sudah cukup memadai untuk mendukung rangkaian tindakan tersebut, meski sejumlah alat penunjang masih perlu dilengkapi. Ia menegaskan bahwa kerja sama solid dan perencanaan teknis matang membuat operasi dapat dilaksanakan tanpa kendala berarti.
Keberhasilan ini menjadi tonggak baru bagi layanan kesehatan di NTT dan membuka jalan bagi percepatan pemerataan layanan bedah saraf kompleks di kawasan timur Indonesia.












Discussion about this post