• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
3 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pemanfaatan AI untuk Perkuat Gig Economy dan Ketahanan Industri Kreatif

Hadapi Potensi AI 10 Miliar Dolar AS, Kementerian Ekraf Genjot Literasi Digital untuk Gig Economy

by Riski Yanti
8 November 2025
Pemanfaatan AI untuk Perkuat Gig Economy dan Ketahanan Industri Kreatif
30
SHARES
186
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Surabaya, KabarSDGs – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat gig economy yang kini menjadi tulang punggung bagi lebih dari 60 persen generasi muda.

Langkah ini diambil menyikapi potensi pasar AI Indonesia yang diproyeksikan melonjak dari 1,77 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 10,89 miliar dolar pada 2030, meski tingkat adopsi dan talentanya masih rendah.

BACA JUGA

Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

27 Oktober 2026
WCCE Weekland 2026 Ditutup dengan Doa Bersama dan Aksi Peduli Karhutla Kalimantan

WCCE Weekland 2026 Ditutup dengan Doa Bersama dan Aksi Peduli Karhutla Kalimantan

27 Oktober 2026
KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

26 Oktober 2026

“Lebih dari 60 persen generasi Milenial dan Gen Z bekerja secara fleksibel sebagai freelancer, kreator digital, dan pegiat ekonomi kreatif berbasis proyek. Ini adalah wajah baru dunia kerja, yaitu gig economy, yang memberi ruang besar bagi kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian,” kata Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan menghadiri Industrial Relations Conference ke-11 bertajuk “Menavigasi Dinamika Baru Hubungan Industrial di Era AI dan Ketahanan Industri” yang digelar oleh Apindo Training Center (ATC) di Hotel Platinum Surabaya, Selasa, 4 November 2025.

Dandy menyoroti potensi besar industri AI di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia menegaskan bahwa pemerintah, termasuk Kementerian Ekraf, memiliki tanggung jawab untuk memperkuat literasi digital, reskilling, dan kebijakan adaptif agar pekerja kreatif mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan perlindungan sosial.

“Nilai pasar AI kita mencapai 1,77 miliar dolar AS di 2023 dan diproyeksikan melonjak menjadi 10,89 miliar dolar AS pada 2030. Tetapi adopsi AI korporasi baru 23 persen, dan talenta AI kita masih 1,06 persen. Ini peluang besar, tetapi juga PR besar,” ujar Dandy.

Konferensi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pegiat kreatif ini membahas pelatihan tenaga kerja, desentralisasi industri, serta peningkatan kualitas tenaga kerja untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi teknologi dan pemerataan ekonomi.

Ketua Umum DPN Apindo Shinta Widjaja Kamdani menegaskan bahwa industri dan tenaga kerja harus beradaptasi cepat menghadapi digitalisasi.

“Dengan otomatisasi dan digitalisasi, dunia kerja sudah berubah. Jenis pekerjaan bergeser, begitu pula keterampilan yang dibutuhkan. Literasi digital kini menjadi hal yang sangat penting,” ujar Shinta.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa digitalisasi dan AI menuntut perubahan cara pandang terhadap hubungan industrial.

Menurut Yassierli, kunci transformasi tersebut hanya dapat terwujud bila pekerja, serikat buruh, dan manajemen perusahaan memiliki pemahaman yang sama: produktivitas.

“Ketika membicarakan hubungan industrial, kita sering berhenti pada konsep harmonis. Padahal kita membutuhkan sesuatu yang melampaui harmonis, yakni hubungan industrial yang transformatif. Kata kuncinya adalah produktivitas. Jika perusahaan dan serikat pekerja sama-sama memahami itu, maka banyak persoalan akan lebih mudah diselesaikan,” tegas Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa pemerintah tengah menyempurnakan kebijakan ketenagakerjaan dan ekonomi digital untuk menghadapi dampak AI dan otomasi.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan mengawal transformasi digital industri agar tetap inklusif dan berkeadilan, termasuk dalam penyusunan kebijakan hubungan industrial masa depan.

“AI harus berpusat pada manusia. Teknologi harus membawa manfaat, menjunjung etika, keadilan, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Share12SendTweet8
Previous Post

ASDP Perluas Layanan Ferizy ke Pelabuhan Bitung

Next Post

Terminal 1C Kembali Operasi, Kapasitas Bandara Soekarno-Hatta Naik Jadi 96 Juta Penumpang

Next Post
Terminal 1C Kembali Operasi, Kapasitas Bandara Soekarno-Hatta Naik Jadi 96 Juta Penumpang

Terminal 1C Kembali Operasi, Kapasitas Bandara Soekarno-Hatta Naik Jadi 96 Juta Penumpang

Kereta Petani dan Pedagang Wujud Keadilan Ekonomi dari Pemerintahan Prabowo

Presiden Prabowo Tegaskan Pengelolaan Keuangan Negara Harus Bersih dan Berpihak pada Rakyat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

3 November 2026
KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

3 November 2026
Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

3 November 2026
Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

3 November 2026
Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4506 shares
    Share 1802 Tweet 1127
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4179 shares
    Share 1672 Tweet 1045
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4207 shares
    Share 1683 Tweet 1052
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4216 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4154 shares
    Share 1662 Tweet 1039

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.