• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Wamen Ekraf Tegaskan Pentingnya Penguatan Daerah untuk Wujudkan Ekonomi Restoratif

by Riski Yanti
29 Oktober 2025
Wamen Ekraf Tegaskan Pentingnya Penguatan Daerah untuk Wujudkan Ekonomi Restoratif
18
SHARES
114
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Labuan Bajo, KabarSDGs — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan pentingnya penguatan kapasitas daerah untuk mewujudkan ekonomi restoratif dan berkelanjutan.

Menurutnya, konsep ekonomi restoratif merupakan langkah nyata untuk membangun ekosistem yang self-sustaining atau mandiri di setiap wilayah.

BACA JUGA

Jamu Identitas Global Indonesia, Lestarikan Lewat Inovasi

Jamu Identitas Global Indonesia, Lestarikan Lewat Inovasi

8 Juni 2026
Kreator Diajak Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

Kreator Diajak Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

7 Juni 2026
Budaya Lokal Fondasi Utama Inovasi Kreatif

Budaya Lokal Fondasi Utama Inovasi Kreatif

11 Mei 2026

“Sejak awal, Kementerian Ekonomi Kreatif percaya bahwa pembangunan harus berangkat dari daerah. Kalau bisa dimulai dari desa, hasilnya akan jauh lebih kuat. Indonesia terlalu luas untuk hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menghadiri kegiatan Kampus Bambu Komodo yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Wamen Ekraf Irene menambahkan, prinsip kemandirian juga perlu diterapkan dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam dengan mendorong setiap daerah mengidentifikasi tiga potensi unggulan yang menjadi kekhasan lokal.

“Kemandirian pangan bukan berarti harus berskala nasional. Itu dimulai dari tingkat terkecil—dari rumah, desa, kota, hingga provinsi—baru akhirnya menjadi kekuatan nasional. Negara kita ini sangat kaya, tapi seringkali kita tidak menghargai kekayaan sendiri. Padahal, kalau tiap daerah mengenali dan mengembangkan potensinya, itu akan menjadi the new engine of growth yang dimulai dari daerah—sejalan dengan program prioritas yang tertuang dalam Asta Cita Ekraf,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Dalam dialog bersama para peserta, Wamen Ekraf Irene juga menyoroti peran perempuan sebagai motor penggerak rumah tangga dan ekonomi komunitas.

Selain itu, Wamen Ekraf Irene menyoroti inovasi sepeda bambu karya masyarakat lokal sebagai simbol kolaborasi dan kreativitas lintas sektor.

“Ibu rumah tangga itu sesungguhnya Chief Executive Officer di setiap rumah. Kalau tidak ada mereka, tidak akan ada yang mengatur keluarga, keuangan, dan masa depan anak. Jadi penghargaan terhadap diri sendiri adalah langkah pertama dari pemberdayaan,” kata Wamen Ekraf Irene.

“Kita adalah para pelaku dengan orientasi social impact, tapi jangan lupa bahwa pendapatan juga bagian dari keberlanjutan. Pendapatan bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari dampak yang kita hasilkan. Jika satu produk mampu menjangkau lebih banyak orang, maka efek sosialnya pun akan berlipat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wamen Ekraf Irene menegaskan pentingnya story-nomics atau ekonomi berbasis narasi agar produk kreatif Indonesia dapat dikenal di pasar global.

Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya pemetaan aset daerah yang mencakup potensi manusia, budaya, dan sumber daya alam agar arah pengembangan ekonomi kreatif di daerah lebih terarah dan berdampak.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Kampus Bambu sebagai ruang dialog yang terbuka.

“Kita harus bisa menceritakan kisah kita sendiri. Cerita itu hanya bisa lahir jika kita menghargai diri dan lingkungan kita,” ujarnya.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang produk bambu, tetapi tentang kepercayaan dan kolaborasi. Kita perlu mendengar langsung dari masyarakat, karena tanpa memahami masalah di lapangan, solusi tidak akan lahir. Mari kita terbuka, berkolaborasi, dan bergerak bersama,” imbuh Wamen Ekraf Irene.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional—selaras dengan semangat Asta Cita Ekraf yang mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan ekonomi daerah, dan kemandirian berbasis potensi lokal.

Share7SendTweet5
Previous Post

Tiga Unit OAB di GT Bandar Selamat 4 Ruas Tol Belmera, Siap Beroperasi 1 November 2025

Next Post

Direktur Utama KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Next Post
Direktur Utama KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Direktur Utama KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Dampak Luapan Banjir antara Stasiun Alastua – Semarang Tawang, KAI Berlakukan Pola Operasi Perjalanan Kereta Api

Dampak Luapan Banjir antara Stasiun Alastua - Semarang Tawang, KAI Berlakukan Pola Operasi Perjalanan Kereta Api

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

Indonesia Naik ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

21 Juni 2026
Pelaku Wisata di Dieng Diminta Tingkatkan Kesiapan Jelang Liburan Sekolah

Pelaku Wisata di Dieng Diminta Tingkatkan Kesiapan Jelang Liburan Sekolah

21 Juni 2026
Loko Café Hadir di Gelaran Vok Pop Music On Track Bareng LRT Jabodebek

Loko Café Hadir di Gelaran Vok Pop Music On Track Bareng LRT Jabodebek

21 Juni 2026
10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

21 Juni 2026
Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Demi Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra

21 Juni 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    482 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    445 shares
    Share 178 Tweet 111
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    452 shares
    Share 181 Tweet 113
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    448 shares
    Share 179 Tweet 112
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.