• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
18 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Wamen Ekraf Tegaskan Pentingnya Penguatan Daerah untuk Wujudkan Ekonomi Restoratif

by Riski Yanti
29 Oktober 2025
Wamen Ekraf Tegaskan Pentingnya Penguatan Daerah untuk Wujudkan Ekonomi Restoratif
18
SHARES
114
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Labuan Bajo, KabarSDGs — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan pentingnya penguatan kapasitas daerah untuk mewujudkan ekonomi restoratif dan berkelanjutan.

Menurutnya, konsep ekonomi restoratif merupakan langkah nyata untuk membangun ekosistem yang self-sustaining atau mandiri di setiap wilayah.

BACA JUGA

Jamu Identitas Global Indonesia, Lestarikan Lewat Inovasi

Jamu Identitas Global Indonesia, Lestarikan Lewat Inovasi

8 Juni 2026
Kreator Diajak Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

Kreator Diajak Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

7 Juni 2026
Budaya Lokal Fondasi Utama Inovasi Kreatif

Budaya Lokal Fondasi Utama Inovasi Kreatif

11 Mei 2026

“Sejak awal, Kementerian Ekonomi Kreatif percaya bahwa pembangunan harus berangkat dari daerah. Kalau bisa dimulai dari desa, hasilnya akan jauh lebih kuat. Indonesia terlalu luas untuk hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menghadiri kegiatan Kampus Bambu Komodo yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Wamen Ekraf Irene menambahkan, prinsip kemandirian juga perlu diterapkan dalam pengelolaan energi dan sumber daya alam dengan mendorong setiap daerah mengidentifikasi tiga potensi unggulan yang menjadi kekhasan lokal.

“Kemandirian pangan bukan berarti harus berskala nasional. Itu dimulai dari tingkat terkecil—dari rumah, desa, kota, hingga provinsi—baru akhirnya menjadi kekuatan nasional. Negara kita ini sangat kaya, tapi seringkali kita tidak menghargai kekayaan sendiri. Padahal, kalau tiap daerah mengenali dan mengembangkan potensinya, itu akan menjadi the new engine of growth yang dimulai dari daerah—sejalan dengan program prioritas yang tertuang dalam Asta Cita Ekraf,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Dalam dialog bersama para peserta, Wamen Ekraf Irene juga menyoroti peran perempuan sebagai motor penggerak rumah tangga dan ekonomi komunitas.

Selain itu, Wamen Ekraf Irene menyoroti inovasi sepeda bambu karya masyarakat lokal sebagai simbol kolaborasi dan kreativitas lintas sektor.

“Ibu rumah tangga itu sesungguhnya Chief Executive Officer di setiap rumah. Kalau tidak ada mereka, tidak akan ada yang mengatur keluarga, keuangan, dan masa depan anak. Jadi penghargaan terhadap diri sendiri adalah langkah pertama dari pemberdayaan,” kata Wamen Ekraf Irene.

“Kita adalah para pelaku dengan orientasi social impact, tapi jangan lupa bahwa pendapatan juga bagian dari keberlanjutan. Pendapatan bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari dampak yang kita hasilkan. Jika satu produk mampu menjangkau lebih banyak orang, maka efek sosialnya pun akan berlipat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wamen Ekraf Irene menegaskan pentingnya story-nomics atau ekonomi berbasis narasi agar produk kreatif Indonesia dapat dikenal di pasar global.

Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya pemetaan aset daerah yang mencakup potensi manusia, budaya, dan sumber daya alam agar arah pengembangan ekonomi kreatif di daerah lebih terarah dan berdampak.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Kampus Bambu sebagai ruang dialog yang terbuka.

“Kita harus bisa menceritakan kisah kita sendiri. Cerita itu hanya bisa lahir jika kita menghargai diri dan lingkungan kita,” ujarnya.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang produk bambu, tetapi tentang kepercayaan dan kolaborasi. Kita perlu mendengar langsung dari masyarakat, karena tanpa memahami masalah di lapangan, solusi tidak akan lahir. Mari kita terbuka, berkolaborasi, dan bergerak bersama,” imbuh Wamen Ekraf Irene.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional—selaras dengan semangat Asta Cita Ekraf yang mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan ekonomi daerah, dan kemandirian berbasis potensi lokal.

Share7SendTweet5
Previous Post

Tiga Unit OAB di GT Bandar Selamat 4 Ruas Tol Belmera, Siap Beroperasi 1 November 2025

Next Post

Direktur Utama KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Next Post
Direktur Utama KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Direktur Utama KAI Evaluasi Kinerja LRT Jabodebek, Keselamatan dan Keandalan Layanan Jadi Fokus Utama

Dampak Luapan Banjir antara Stasiun Alastua – Semarang Tawang, KAI Berlakukan Pola Operasi Perjalanan Kereta Api

Dampak Luapan Banjir antara Stasiun Alastua - Semarang Tawang, KAI Berlakukan Pola Operasi Perjalanan Kereta Api

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bus TMP Gratis Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru

Bus TMP Gratis Meriahkan HUT Ke-242 Pekanbaru

17 Juni 2026
Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

17 Juni 2026
Lebih Dari Separuh Korban Pelecehan di Ruang Digital di Asia Pasifik Menghadapi Konsekuensi Nyata, Namun Sebagian Besar Tidak Pernah Mencari Bantuan

Lebih Dari Separuh Korban Pelecehan di Ruang Digital di Asia Pasifik Menghadapi Konsekuensi Nyata, Namun Sebagian Besar Tidak Pernah Mencari Bantuan

17 Juni 2026
BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

17 Juni 2026
Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

Astra Motor Kampung Timur Bagikan Sembako Gratis untuk Pelanggan

16 Juni 2026

POPULAR

  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    435 shares
    Share 174 Tweet 109
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.