Manado, Kabar SDGs – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado bersama Pengurus Pusat ISEI dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Utara menggelar panel diskusi bertajuk Soemitronomics: “Mewujudkan Ekonomi Indonesia Yang Tangguh dan Inklusive di Sulawesi Utara” pada Kamis (14/8/2025) di Auditorium KPw BI Sulut. Forum ini membahas gagasan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo dan relevansinya untuk pembangunan nasional maupun daerah.
Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikno, menilai perekonomian Sulawesi Utara masih bertumpu pada sektor ekstraktif. Ia menegaskan perlunya diversifikasi ekonomi untuk memperkuat daya saing daerah. BI sendiri terus menjaga stabilitas dengan langkah menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility 25 bps menjadi 4,50%, dan Lending Facility 25 bps menjadi 6,00%. Menurut Joko, empat sektor utama yang menopang pertumbuhan Sulut ialah industri pengolahan, pertanian, transportasi, dan perdagangan.
“Salah satu langkah percepatan transformasi ekonomi adalah melalui sinergi kajian yang bekerja sama dengan ISEI Cabang Manado,” ucap Joko.
Ia juga menambahkan, “Pembahasan ini perlu melibatkan berbagai sudut pandang, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, adil, dan inklusif demi kesejahteraan masyarakat di Sulut dan nasional.”
Sambutan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., yang dibacakan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Reza A. W. Dotulung, menegaskan capaian positif perekonomian daerah. Sulut tercatat tumbuh 5,64% (y-on-y), tertinggi di Sulawesi dan melampaui rata-rata nasional 4,87%. Pertumbuhan ini merupakan yang terbaik dalam lima tahun terakhir.
Reza menyebut sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mencatat lonjakan tertinggi sebesar 16,97%, sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh signifikan hingga 21,70%. Ia menambahkan, “Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Sulawesi Utara juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,65 persen dibandingkan triwulan I tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi pada sisi produksi dicapai oleh lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan yang meningkat sebesar 10,28 persen. Kinerja sektor ini menunjukkan mobilitas barang dan penumpang yang meningkat signifikan selama periode tersebut. Dari sisi pengeluaran, komponen Impor Luar Negeri mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 26,18 persen, mencerminkan peningkatan kebutuhan bahan baku maupun barang konsumsi dari luar negeri.”
Gubernur melalui sambutannya juga menyampaikan, “Melalui diskusi yang konstruktif pada hari ini, kita berharap bisa semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menjawab permasalahan daerah serta mendorong transformasi ekonomi. Dengan semangat Sulut Hebat, hasil dari seminar ini tentu akan menjadi kontribusi pemikiran yang penting bagi pembangunan ekonomi Sulut di masa yang akan datang.”
Ia menegaskan Sulawesi Utara punya potensi strategis sebagai penopang ekonomi nasional, terutama sebagai penyedia pangan dan hasil pertanian. “Tentu saja, peluang dan potensi ini hanya dapat kita transformasikan menjadi kekuatan, melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Senada, Ketua Dewan Penasehat PP ISEI, Burhanudin Abdullah, menekankan arti penting kerja sama lintas sektor. “Ini merupakan langkah langkah yang tepat bagi kita (ISEI) dalam menggapai cita cita kita bersama menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sementara Ketua ISEI Cabang Manado, Joy E. Tulung PhD, memberikan apresiasi atas capaian positif pemerintah provinsi. Ia mengatakan, “Kita berharap kedepan melalui Seminar Soemitrokonomics nantinya akan memberikan masukan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Sulut menuju visi Gubernur Sulut yaitu Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.”
Diskusi ini turut menghadirkan tokoh-tokoh akademisi dan praktisi, di antaranya Prof Dr Paulus Kindangen, Prof Dr S.L.H.V Joys Lapian, Harryadi Mahardika, serta Prof Dr Nikolas N Fajar sebagai moderator. Ratusan peserta dari kalangan akademisi, praktisi, pelaku UMKM, dan mahasiswa ikut serta meramaikan acara tersebut.












Discussion about this post