Banda Aceh, Kabar SDGs – Sebanyak 45 pengelola perpustakaan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh mengikuti pelatihan otomasi perpustakaan berbasis aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS). Pelatihan ini digelar di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, sebagai bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Angkatan V.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Aceh dan Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas pengelola dalam menjawab tantangan digitalisasi layanan informasi di lingkungan sekolah.
Menurut panitia pelaksana Wandi Syahputra, peserta dibekali pemahaman dasar untuk mentransformasi sistem perpustakaan sekolah dari pengelolaan manual menjadi otomasi berbasis web. SLiMS, sebagai aplikasi open source yang bersifat fleksibel dan dapat digunakan mulai dari skala kecil hingga besar, dipilih karena kemampuannya menyediakan akses layanan informasi baik secara lokal maupun daring.
Sebelum mendalami penggunaan SLiMS, peserta terlebih dahulu dibekali keterampilan teknis pengelolaan perpustakaan, mulai dari standar nasional pengelolaan, manajemen koleksi, hingga katalogisasi dan klasifikasi. Mereka juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang pelayanan perpustakaan.
Proses pelatihan didampingi oleh para dosen dan alumni Program Studi Ilmu Perpustakaan yang tergabung dalam komunitas Aceh Library Consultant (ALC), seperti Nazaruddin MLIS PhD, Arkin SIP, Wandi Syahputra SIP, Zulfiqri SIP, Dina Amanda SIP MA, Risma Nabila SIP, M. Zulkifli SIP, dan Zulfa Tuffahati SIP.
Dailami MPd, salah satu peserta pelatihan, mengaku pelatihan ini memberikan bekal yang sangat dibutuhkan untuk memulai digitalisasi di sekolahnya. Ia menyebutkan bahwa SLiMS mampu menjawab tantangan pengelolaan perpustakaan secara modern, terutama bagi sekolah yang masih bergantung pada sistem manual.
Kegiatan pelatihan berlangsung selama empat hari, dari 17 hingga 20 Juli 2025, dan diharapkan dapat mendorong penguatan budaya literasi digital di lingkungan pendidikan Aceh melalui pengelolaan perpustakaan yang lebih efisien dan berbasis teknologi.












Discussion about this post