Toraja Utara, Kabar SDGs – Kondisi jalan menuju makam pahlawan nasional Pongtiku di Pangala, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, masih menyisakan persoalan serius. Jalan yang berlubang dan berlumpur, terutama saat musim hujan, menyulitkan warga setempat serta keluarga peziarah yang ingin memberikan penghormatan kepada tokoh perintis kemerdekaan asal Toraja tersebut.
Meski keluhan telah berulang kali disampaikan masyarakat, hingga kini belum terlihat langkah signifikan dari pihak berwenang untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi akses utama menuju kawasan bersejarah tersebut. Situasi ini menghambat kelancaran mobilitas warga serta meredam potensi wisata sejarah di wilayah itu.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, menjelaskan bahwa terdapat tiga jalur utama yang menghubungkan Pangala’ dengan wilayah lain. Dua di antaranya merupakan jalan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu ruas Ke’pe’ – Pangala’ dan Pangala’ – Baruppu’. Sedangkan satu ruas lainnya, yaitu jalur Pangala’ menuju Kecamatan Awan Rantekarua, berstatus jalan kabupaten.
Bupati menegaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Toraja Utara untuk peningkatan kualitas jalan kabupaten tersebut. Ia berharap proses lelang atau tender dapat segera dilakukan agar pengerjaan fisik dapat dimulai dalam waktu dekat.
“Kita sudah siapkan anggarannya dan berharap minggu depan bisa masuk ke proses tender. Tujuannya agar kualitas jalan bisa ditingkatkan dan akses masyarakat ke Pangala’ makin mudah,” ujar Frederik, Kamis 10 Juli 2025.
Perbaikan akses jalan menuju makam Pongtiku bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga merupakan penghormatan atas jasa sejarah. Dengan peningkatan kualitas jalan, diharapkan kawasan Pangala’ bisa lebih mudah dijangkau, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perjuangan rakyat Toraja. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan konektivitas dan penghargaan terhadap warisan budaya bangsa.












Discussion about this post