• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
21 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Eksportir Indonesia Dihimbau Perhatikan Penggunaan Pewarna Makanan untuk Produk Ekspor

by SDGS Admin
8 Mei 2025
Eksportir Indonesia Dihimbau Perhatikan Penggunaan Pewarna Makanan untuk Produk Ekspor
27
SHARES
166
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Perwakilan Perdagangan Indonesia di Amerika Serikat telah meminta eksportir Indonesia untuk lebih memperhatikan pemakaian pewarna makanan dalam barang-barang yang dikirim ke negeri tersebut.

Hal ini berkaitan dengan rencana Pemerintah AS untuk melarang penggunaan delapan jenis pewarna sintetis yang berasal dari minyak bumi dalam makanan, minuman, dan produk farmasi di pasar AS, dengan kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada akhir 2026.

BACA JUGA

Banyuasin Catat Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina

Banyuasin Catat Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina

15 Februari 2026
Edi Purwanto Dorong Pinang dan Kayu Manis jadi Komoditas Strategis

Edi Purwanto Dorong Pinang dan Kayu Manis jadi Komoditas Strategis

5 September 2025
UMKM Gresik Tembus Ekspor Perdana Pakan Ternak ke Malaysia

UMKM Gresik Tembus Ekspor Perdana Pakan Ternak ke Malaysia

29 Juni 2025

Dhonny Yudho Kusuma, yang menjabat sebagai Kepala Indonesian Trade Promotion Center Chicago, mengingatkan bahwa pelarangan ini didasarkan pada penelitian yang mengaitkan penggunaan pewarna sintetis dengan berbagai penyakit.

“Larangan ini berdasarkan pada penelitian yang menunjukkan hubungan antara pewarna sintetis dengan kondisi seperti hiperaktivitas, diabetes, dan kanker. Walaupun sejumlah peneliti mengatakan bahwa bukti hubungan itu belum sepenuhnya jelas,” ungkap Dhonny pada Senin (5/5).

Ia melanjutkan bahwa meskipun hubungan antara pewarna sintetis dan berbagai penyakit memerlukan penelitian lebih mendalam, larangan ini akan berdampak pada nilai impor produk makanan dari seluruh dunia, termasuk yang berasal dari Indonesia.

“Larangan penggunaan pewarna sintetis dalam produk makanan akan menambah daftar hambatan untuk memasuki pasar AS. Selain potensi peningkatan tarif impor dari Pemerintah AS, pelarangan ini diharapkan akan mempengaruhi total nilai impor produk makanan di AS secara internasional, termasuk dari Indonesia,” kata Dhonny.

Rencana untuk melarang delapan pewarna sintetis itu diumumkan oleh Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., dalam konferensi pers pada 22 April 2025, bersama dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Marty Makary.

Dalam acara tersebut, FDA berjanji untuk menghapus penggunaan dua pewarna makanan sintetis, yakni Citrus Red No. 2 dan Orange B dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, enam pewarna sintetis lainnya, yaitu Red Dye No. 40, Yellow Dye No. 5, Yellow Dye No. 6, Blue Dye No. 1, Blue Dye No. 2, dan Green Dye No. 3, akan dilarang mulai akhir 2025.

Kepala FDA juga meminta agar produsen makanan menghindari penggunaan Red Dye No. 3 sebelum akhir tahun 2026. Tenggat waktu tersebut lebih cepat dibandingkan dengan pengumuman sebelumnya yang berkisar tahun 2027 hingga 2028.

Dhonny menambahkan bahwa saat ini belum ada kejelasan mengenai sanksi yang akan diterapkan karena belum ada kesepakatan resmi antara FDA dan industri makanan di AS.

“Sampai konferensi pers selesai, tidak ada perjanjian resmi antara FDA dan sektor makanan terkait penghapusan pewarna sintetis dalam produk makanan. Dengan kata lain, belum ada kepastian mengenai sanksi yang akan dikenakan kepada pelaku usaha yang melanggar aturan tersebut,” jelas Dhonny.

Namun, asosiasi industri di AS telah menyampaikan proposal untuk kepatuhan secara sukarela kepada FDA. Sementara itu, sejumlah produsen makanan olahan sedang melakukan reformulasi agar produk mereka tetap sesuai dengan regulasi baru sambil mempertahankan kualitas yang sama seperti sebelumnya.

Menanggapi larangan terhadap delapan pewarna sintetis, FDA berencana untuk memberikan izin penggunaan empat pewarna makanan alami dalam beberapa minggu mendatang. Penghargaan kepada keempat pewarna alami ini ditujukan untuk mempermudah pergeseran menuju bahan yang lebih aman. Keempat pewarna alami tersebut meliputi kalsium fosfat, ekstrak biru galdieria, biru gardenia, dan ekstrak bunga butterfly pea.

Dhonny berpendapat bahwa beralih ke pewarna alami dapat meningkatkan biaya produksi. Pewarna alami biasanya memiliki harga lebih tinggi dibandingkan pewarna sintetis. Selain itu, untuk mencapai warna yang cerah, pewarna alami membutuhkan volume yang lebih besar daripada pewarna sintetis.

“Dari sudut pandang beberapa produsen, ini berpotensi menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan dan kemungkinan kenaikan harga makanan bagi konsumen di AS,” ungkap Dhonny.

Share11SendTweet7
Previous Post

PT Harsen Laboratories Lakukan Bakti Sosial pada Pelayanan KB Serentak

Next Post

Pemanfaatan Investasi Pina Mulai Dijalankan di Kota Jayapura

Next Post
Pemanfaatan Investasi Pina Mulai Dijalankan di Kota Jayapura

Pemanfaatan Investasi Pina Mulai Dijalankan di Kota Jayapura

JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2025

JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2025

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Gunakan Skema Fast Track, Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

Gunakan Skema Fast Track, Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

20 April 2026
Gubernur Aceh Tekankan Digitalisasi dan Dukungan UMKM

Gubernur Aceh Tekankan Digitalisasi dan Dukungan UMKM

20 April 2026
Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

20 April 2026
Pemerintah Antisipasi Kelangkaan BBM Dengan Transportasi Publik

Pemerintah Antisipasi Kelangkaan BBM Dengan Transportasi Publik

20 April 2026
ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif

ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif

20 April 2026

POPULAR

  • Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Lampung Siapkan PLTSa Kapasitas Seribu Ton Per Hari

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Danantara Bentuk Anak Usaha Kelola Sampah Jadi Energi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Ribuan Pelamar Padati Booth KAI di Campus Job Fair Semarang

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.