Jakarta, Kabar SDGs – Atase Perdagangan Manila di Filipina menggelar penjajakan bisnis (business matching) berupa pertemuan antara pelaku usaha makanan dan minuman (mamin) Indonesia dan calon pembeli (buyer) dari Filipina. Business matching bertema “Makanan Sehat, Superfood, Halal, dan Bahan Baku Makanan” dilakukan secara daring pada Jumat, (17/1).
Atase Perdagangan Manila Martin Pandapotan mengatakan, business matching kali ini berhasil membangun ketertarikan pelaku usaha Filipina terhadap produk mamin Indonesia di pasar Filipina. “Calon pembeli Filipina menyatakan ketertarikan mereka terhadap produk mamin Indonesia yang ditawarkan. Mereka menunggu pengiriman sampel dan proposal harga agar dialog yang sudah terjalin dapat berlanjut menjadi kontrak dagang,” kata Martin.
Sebanyak 20 perusahaan Indonesia berpartisipasi menawarkan berbagai produk seperti makanan dan minuman botanikal (moringa drip tea, moringa powder, moringa sorghum biscuit, dan sorghum raisin biscuit), bumbu instan, mi khas Aceh, cokelat, rempah-rempah, hingga olahan ayam dan bebek beku.
Perusahaan Filipina yang mengikuti kegiatan penjajakan bisnis ini, antara lain, Hajar Halal House, Asia Connect, McAsia, dan Babyscipe Food Corp. Sebagian besar calon pembeli Filipina mencari pemasok untuk produk halal berupa bumbu masak dan ayam potong beku. Produk berbasis kelor juga diminati sebagai bahan baku pembuatan roti dan kue.
Martin optimistis ketertarikan pembeli Filipina pada produk halal bisa membuka peluang ekspor untuk kategori tersebut. “Ketertarikan pada produk halal Indonesia ini membuka potensi ekspor produk halal ke negara nonmuslim di kawasan Asia Tenggara,” kata Martin.
Pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Filipina mencapai USD 12,53 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Filipina mencapai USD 10,74 miliar, sementara nilai impor Indonesia dari Filipina USD 1,79 miliar. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Filipina sebesar USD 8,95 miliar.
Khusus untuk komoditas nonmigas, total perdagangan kedua negara mencapai USD 12,42 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Filipina tercatat senilai USD 10,63 miliar dan nilai impor nonmigas Indonesia dari Filipina sebesar USD 1,78 miliar. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas terhadap Filipina sebesar USD 8,85 miliar.
Produk unggulan ekspor nonmigas Indonesia ke Filipina pada 2024, antara lain, batu bara, briket, ovoid, dan bahan bakar padat dari batu bara senilai USD 2,76 miliar; mobil dan kendaraan bermotor untuk pengangkutan orang USD 1,82 miliar; minyak kelapa sawit dan fraksinya USD 386,74 juta; cerutu, cheroot, cerutu kecil dan sigaret dari tembakau atau pengganti tembakau USD 378,76 juta; serta sepeda motor dan sepeda yang dilengkapi dengan motor bantu USD 378,28 juta.












Discussion about this post