• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
8 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Saat Belanja Rokok Bersaing dengan Pengeluaran Untuk Daging

by SDGS Admin
28 Januari 2025
Saat Belanja Rokok Bersaing dengan Pengeluaran Untuk Daging
33
SHARES
209
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, menyatakan bahwa pengeluaran keluarga untuk rokok dan produk tembakau hampir sebanding dengan pengeluaran untuk sumber protein hewani. Informasi ini diambil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada tahun 2023.

Berdasarkan data tersebut, dalam berbagai tingkat pengeluaran, proporsi belanja untuk rokok dan tembakau terlihat cukup besar. Pada kuintil pertama, pengeluaran tercatat mencapai 11,54%, kuintil kedua 13,39%, kuintil ketiga 14,17%, kuintil keempat 14,30%, dan kuintil kelima 11,35%.

BACA JUGA

RUKKI, TCSC IAKMI, dan CISDI Tekankan Perlunya Penguatan Regulasi dan Penegakan Hukum terhadap Rokok Elektronik

RUKKI, TCSC IAKMI, dan CISDI Tekankan Perlunya Penguatan Regulasi dan Penegakan Hukum terhadap Rokok Elektronik

21 Februari 2026
Aksi Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Hentikan Kompromi dengan Korporasi Rokok

Aksi Peringatan Hari Kesehatan Nasional: Hentikan Kompromi dengan Korporasi Rokok

12 November 2025
Kajian Produk Tembakau Alternatif Perlu Kolaborasi Multidisiplin

Kajian Produk Tembakau Alternatif Perlu Kolaborasi Multidisiplin

4 Juni 2023

Sementara itu, pengeluaran untuk protein hewani yang meliputi ikan, udang, cumi, kerang, daging, telur, dan susu juga menunjukkan angka yang tinggi. Di kuintil pertama, belanja untuk protein hewani mencapai 14,83%, kuintil kedua 16,27%, kuintil ketiga 17,26%, kuintil keempat 18,41%, dan kuintil kelima 20,6%.

Selain dari rokok dan tembakau, masalah gizi semakin kompleks dan beragam, dengan isu-isu termasuk kurangnya gizi, defisiensi mikronutrien, serta masalah kelebihan berat badan atau obesitas.

“Indonesia menghadapi tiga permasalahan besar dalam hal gizi, yaitu kurang gizi, kekurangan mikronutrien, dan kelebihan berat badan atau obesitas. Salah satu isu yang sangat penting adalah stunting pada anak di bawah lima tahun yang mencapai 21,5%, yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia kita,” kata dr. Endang dalam konferensi pers untuk Hari Gizi Nasional di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (21/1).

Isu kurang gizi pada balita tercatat sebesar 8,5%, sedangkan tingkat anemia pada remaja mencapai 16,3% dan pada ibu hamil 27,7%. Di samping itu, kelebihan berat badan pada remaja tercatat 12,1%, sementara obesitas pada orang dewasa juga menjadi perhatian utama.

Pola makan di kalangan masyarakat Indonesia saat ini menimbulkan beberapa kekhawatiran. Angka konsumsi protein hewani pada anak-anak di bawah lima tahun terbilang rendah, yakni hanya sebesar 21,6%. Di sisi lain, jumlah konsumsi minuman manis sangat tinggi dengan angka mencapai 52%, makanan asin sebanyak 32%, makanan siap saji mencapai 11%, dan penggunaan penyedap rasa tercatat sebesar 78%. Bahkan, ada 65% masyarakat yang tidak memiliki kebiasaan sarapan secara rutin setiap hari.

Dr. Endang menyatakan bahwa informasi ini menunjukkan besarnya tantangan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Salah satu langkah penting adalah mengurangi asupan makanan dan minuman yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebih serta meningkatkan pola makan yang lebih bergizi seimbang.

“Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan pola makan sehat, khususnya untuk anak-anak. Gizi seimbang sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara umum,” ujarnya.

Menurut Dr. Endang, makanan bergizi seimbang harus mencakup berbagai jenis makanan, termasuk sayuran dan buah-buahan, serta sumber protein yang kaya. Masyarakat disarankan untuk mengurangi asupan makanan manis, asin, dan berlemak secara berlebihan, serta membiasakan diri untuk sarapan dan cukup mengonsumsi air putih setiap hari.

Ikeu Tanziha, staf ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa kualitas gizi yang baik berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mendirikan BGN, yang bertujuan untuk memastikan pemenuhan gizi secara optimal di seluruh negeri.

“Peran utama Badan Gizi Nasional adalah melaksanakan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia. Proses ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, sejumlah daerah, dan kementerian serta lembaga terkait lainnya,” kata Ikeu.

Sementara itu, Ir. Doddy Izwardy, Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), menekankan pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional untuk memerangi stunting. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis dalam mencapai tujuan tersebut.

Usaha untuk menghentikan siklus pertumbuhan terhambat perlu dilanjutkan, karena hal ini sangat mempengaruhi pencapaian Indonesia Emas 2045 serta keberhasilan SDGs 2030,” ungkap Doddy.

Tenaga ahli gizi memegang peranan vital, antara lain dalam memantau mutu makanan, menjamin keamanan konsumsi pangan, menyusun menu yang bernutrisi, serta memberikan edukasi kepada staf yang mengolah makanan. Mereka juga berfungsi dalam mengawasi prosedur pembuatan dan penyajian makanan agar yang disantap oleh masyarakat benar-benar bernutrisi.

dr. Endang menambahkan, tahun ini Indonesia merayakan Hari Gizi Nasional (HGN) pada tanggal 25 Januari, yang menandai 65 tahun sejak perayaannya yang pertama kali dilakukan pada 1960. Mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat,” HGN 2025 menggarisbawahi pentingnya pola konsumsi makanan sehat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi keluarga di Indonesia.

“Perayaan Hari Gizi Nasional diharapkan dapat menjadi titik awal bagi perubahan positif di semua lapisan masyarakat, terutama dalam hal pola makan seimbang yang bergizi,” tuturnya.

Masyarakat diharapkan mampu memilih makanan yang lebih baik untuk konsumsi sehari-hari. Contohnya, masyarakat bisa memilih jus buah tanpa pemanis ketimbang minuman manis atau soda, serta memilih makanan yang dimasak sendiri daripada makanan cepat saji. Saat waktu camilan, sebaiknya masyarakat memilih buah-buahan sebagai alternatif daripada makanan gorengan atau yang rendah gula. Selain itu, sarapan pagi lebih disarankan daripada melewatkan waktu sarapan.

Share13SendTweet8
Previous Post

Masyarakat Tidak Terdaftar BPJS Tetap Bisa Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Next Post

Anggota DPR Usulkan Dana Makan Bergizi dari Dana CSR

Next Post
Anggota DPR Usulkan Dana Makan Bergizi dari Dana CSR

Anggota DPR Usulkan Dana Makan Bergizi dari Dana CSR

Pusat Kanker Pertama di Sumatera Utara Dibangun

Pusat Kanker Pertama di Sumatera Utara Dibangun

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga

Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga

7 Agustus 2026
Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama di Indonesia

Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama di Indonesia

7 Agustus 2026
Personel dan Truk Tangki Air Dikerahkan Bantu Tangani Karhutla di Kalteng

Personel dan Truk Tangki Air Dikerahkan Bantu Tangani Karhutla di Kalteng

7 Agustus 2026
Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan demi Menekan Angka Kecelakaan

Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan demi Menekan Angka Kecelakaan

7 Agustus 2026
Dhika Pacu Jalur Jadi Wajah Kampanye Hyundai Cup 2026

Dhika Pacu Jalur Jadi Wajah Kampanye Hyundai Cup 2026

7 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1444 shares
    Share 578 Tweet 361
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1437 shares
    Share 575 Tweet 359
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1445 shares
    Share 578 Tweet 361

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.