Yogyakarta, Kabar SDGs – Gen Z Impact Fest 2026 sukses digelar di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026). Mengangkat tema “Empowering the Next Generation”, festival yang diinisiasi Suara.com, SKM Bulaksumur, dan Kagama Persma tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi ratusan generasi muda untuk membahas berbagai tantangan di era digital, mulai dari finansial, karier, peluang menjadi job creator, keamanan digital hingga isu lingkungan.
Rangkaian kegiatan dirancang dengan berbagai format, mulai dari pembukaan, diskusi interaktif, konferensi, pameran, talkshow, hiburan hingga Creator Showcase. Penyelenggaraan festival ini juga bertepatan dengan peringatan 35 tahun perjalanan Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Bulaksumur UGM.
Dalam sesi pembukaan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyoroti pentingnya membentuk generasi yang mampu berpikir kritis di tengah kemudahan akses informasi dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Generasi muda jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan teknologi, pekerjaan, dan peluang baru. Kampus harus menjadi tempat kita bertemu dengan persoalan nyata, melakukan riset, dan membangun karya,” ujar Brian.
Direktur Utama Suara.com sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Gen Z Impact Fest 2026, Suwarjono, dalam sambutannya turut menekankan posisi generasi muda sebagai salah satu penggerak masa depan yang harus siap menghadapi berbagai perubahan dan disrupsi.
Wakil Rektor UGM Arie Sujito menyampaikan pandangan senada dengan menyoroti daya kritis serta sudut pandang khas Gen Z dalam membaca perubahan sosial. Ia juga mengingatkan perlunya ruang yang aman bagi anak muda untuk menyampaikan pendapat tanpa tekanan maupun intimidasi.
Suwarjono kembali menyampaikan bahwa Gen Z Impact Fest 2026 digelar sebagai respons terhadap transformasi yang berlangsung cepat di berbagai sektor. Menurutnya, anak muda perlu terus mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.
“Poin besarnya adalah isu transformasi yang membuat kita semua harus terus berubah,” ujar Suwarjono.
Pemimpin Umum SKM Bulaksumur Zefanya Lovi Peacela Tangka dan Pendiri SKM Bulaksumur Didik Supriyanto turut menegaskan pentingnya pers mahasiswa beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus mempertahankan kredibilitas di tengah derasnya arus informasi.
Gen Z Impact Fest 2026 menghadirkan lima tema utama yang berkaitan dengan kebutuhan dan tantangan generasi muda. Salah satunya membahas aspek finansial melalui sesi “In This Economy: Cerdas Mengelola Uang dan Memulai Investasi Sejak Muda”.
Sesi tersebut mengangkat berbagai topik, seperti kebiasaan konsumsi, perencanaan keuangan, investasi hingga pengalaman mahasiswa dalam menghadapi keterbatasan finansial. Pembahasan menghadirkan Managing Partner Inventure Yuswohady, Financial Planner Bank Jago Andhinia Ratri, serta content creator Aditya Pratama.
Para narasumber juga membahas strategi mengelola keuangan, pentingnya memulai investasi sejak dini, serta perlunya mengendalikan beban psikologis dan utang digital melalui layanan paylater.
Pembahasan berikutnya mengangkat tema lingkungan melalui sesi “Small Actions, Big Impact: Membangun Sustainable Lifestyle untuk Net Zero Future”. Sesi ini menghadirkan Co-Founder Agradaya Asri Saraswati Iskandar, Edi Padmo dari Resan Gunungkidul, serta Program Manager Yayasan Get Plastic Indonesia Fransisca Supriyani Wulandari.
Diskusi tersebut mengajak generasi muda memahami penerapan gaya hidup berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Para narasumber juga menekankan pentingnya mengembangkan potensi lokal nontambang serta mendorong upaya konservasi lingkungan yang dapat dimulai dari tindakan sederhana.
Tema mengenai karier dan kewirausahaan kemudian dibahas melalui sesi “From Talent to Job Creator: Seek Your Own Opportunity”. Peserta diajak mengubah cara pandang dari sekadar mencari pekerjaan menjadi pihak yang mampu menciptakan peluang.
Sesi tersebut menghadirkan Ka Dept Pusat Karier PP Kagama Eko Cahyono Tjia, Owner Cokelat Ndalem Meika Hazim, serta creator Kafka Vadanta. Para narasumber mendorong Gen Z untuk berani beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan atau peluang kerja.
Penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI), pembangunan portofolio nyata, serta keberanian memulai usaha dalam skala kecil menjadi beberapa hal yang ditekankan. Prinsip start small, test fast, learn early juga menjadi salah satu pendekatan yang dibagikan kepada peserta.
Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian melalui sesi talkshow yang menghadirkan Trainer Digital Security Reren Indranila. Peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai risiko digital, termasuk phishing, doxxing, dan kejahatan yang memanfaatkan teknologi AI. Pentingnya melakukan audit secara mandiri terhadap jejak digital pribadi juga menjadi bagian dari pembahasan.
Rangkaian festival kemudian ditutup melalui Creator Spotlight yang menghadirkan Pimpinan Umum SKM Bulaksumur Zefanya Lovi Peacela Tangka, Anjani Maltas dari Speaker Academy, Founder The Tribes Yodan Pranata, serta M. Habib Syaifullah dari Trash Hero Yogyakarta. Sesi tersebut mendorong peserta untuk terus berkarya dan tidak menjadikan kondisi yang belum sempurna sebagai alasan untuk menunda langkah.
Selain agenda utama, Gen Z Impact Fest juga menghadirkan kelas paralel “Digital Security Workshop for Young Content Creators”. Puluhan kreator konten dari Yogyakarta dan Jawa Tengah mengikuti kelas yang menghadirkan pakar keamanan digital Arsito Hidayatullah, Reren Indranila, dan Asep Saefullah.
Melalui Gen Z Impact Fest 2026, berbagai isu yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari pengelolaan finansial, lingkungan, karier, keamanan digital hingga kreativitas, dipertemukan dalam satu ruang pembelajaran. Festival tersebut mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut mengambil peran dalam menciptakan dampak.
Penyelenggaraan Gen Z Impact Fest 2026 mendapat dukungan International Media Support (IMS) dan Swedish International Development Cooperation Agency (Sida) sebagai collaborator. Festival tersebut juga didukung sponsor utama seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Kayong Aluminium Nusantara, dan Astra.
Dukungan lainnya datang dari sejumlah supporting partners, antara lain Majika, Wondermis, ParagonCorp, Frisian Flag, Kino Indonesia, Dekayu, Bank Jago, Aviroam, Eventmerch, It’s Love Pastry & Bakery, Speakers Academy, Mydervia, Psikopersada Khatulistiwa, dan Kemuning Java. Sementara media partners yang terlibat meliputi Celebrithink.com, Bantul Mantul, Mojok, dan The Tribes.
Melalui festival tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menghadapi perubahan. Tidak hanya menjadi penonton, Gen Z didorong menjadi penggerak yang kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.












Discussion about this post