MELAKA, KabarSDGs – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengirim perwakilan dari Biro Komunikasi dan Direktorat Komunikasi Pemasaran untuk menghadiri ASEAN Tourism Crisis Communication Forum dan ASEAN Tourism Crisis Communication Team (ATCCT) Special Meeting ke-3 yang berlangsung di Melaka, Malaysia.
I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, mewakili Kemenparekraf dalam ASEAN Tourism Crisis Communication Forum dan ATCCT Special Meeting ke-3 di Melaka, Malaysia, pada tanggal 13 Juni 2023.
Dalam acara tersebut, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani dan tim perwakilan Kemenparekraf menyampaikan langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh Kemenparekraf dalam menghadapi krisis pariwisata yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, terutama dalam bidang komunikasi dan pemasaran.
Dalam sambutannya, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani menjelaskan bahwa Kemenparekraf telah menggunakan berbagai saluran komunikasi untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE, kampanye vaksinasi, melakukan pemantauan yang intensif melalui media sosial dan media konvensional, membangun pesan komunikasi yang empatik, berdialog dengan para stakeholder terkait, menjaga akurasi informasi, dan menyesuaikan program pemasaran pariwisata dengan kondisi pandemi saat ini.
Selain itu, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani juga menekankan pentingnya memperbarui buku panduan Komunikasi Krisis Pariwisata ASEAN agar sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada, guna mempersiapkan Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi krisis saat ini maupun di masa depan.
“Sesuai dengan pemantauan kami di media sosial, hal ini sejalan dengan rekomendasi pembaruan ASEAN Tourism Crisis Communications Manual untuk memasukkan aspek-aspek digital. Dengan demikian, pedoman tersebut dapat digunakan sebagai panduan dalam mengatasi krisis saat ini dan di masa depan. Saat ini, Kemenparekraf juga sedang fokus pada penyusunan pedoman destinasi pariwisata tangguh, dan kami di Biro Komunikasi sedang memperbarui pedoman komunikasi krisis pariwisata agar tetap relevan ke depan,” jelas Dewi.
Rangkaian ASEAN Tourism Crisis Communication Forum dan ATCCT Special Meeting ke-3 diselenggarakan di Ames Hotel, Ayer Keroh, Melaka, Malaysia, pada tanggal 12-14 Juni 2023. Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan negara-negara anggota ASEAN guna memperbarui buku panduan Komunikasi Krisis Pariwisata ASEAN dan berbagi strategi terbaik dalam mengatasi krisis pariwisata.
Acara dimulai dengan sesi panel yang membahas cara menghadapi krisis, mendefinisikan krisis serta dampaknya terhadap pariwisata, peran pandemi dalam industri pariwisata, digitalisasi dalam menghadapi krisis, dan diakhiri dengan tur wisata di Melaka.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, dan dihadiri langsung oleh perwakilan dari Malaysia, Indonesia, Laos, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Selain itu, perwakilan dari Brunei Darussalam, Filipina, India sebagai negara mitra wicara ASEAN, dan Sekretariat ASEAN juga turut hadir secara daring.












Discussion about this post