JAKARTA, KabarSDGs – Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), bersama dengan anak usahanya, InJourney hangat menyambut kedatangan rombongan Bhikku Thudong di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Direktur Utama TWC, Febrina Intan menjelaskan, untuk menjaga kesakralan, penyambutan dilakukan dengan sederhana, mengarahkan para Bhikku untuk melakukan peribadatan sesuai dengan tradisi umat Buddha.
Rombongan Bhikku tiba di kompleks Candi Borobudur pada Kamis (1/6) pukul 15.00 WIB melalui Gerbang Kalpataru. Mereka disambut oleh warga setempat dengan memberikan bunga sedap malam. Selanjutnya, para Bhikku melanjutkan perjalanan terakhir mereka di Candi Borobudur dengan menggelar Puja Bakti, Maskara, Meditasi, dan melakukan pradaksina mengelilingi stupa induk.
“Demi menjaga suasana peribadatan para Bhikku tetap kondusif, kami menyambut mereka di Candi Borobudur ini dengan sederhana. Kami memberikan rangkaian bunga sedap malam sebagai pengalaman yang rendah hati kepada para Bhikku yang tiba, dan kami mengarahkan mereka menuju puncak candi untuk beribadah,” ujar Febrina dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/05/2023).
Ia menerangkan, sambutan hangat dari warga sekitar Candi Borobudur merupakan simbol keberagaman dan toleransi umat beragama.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria menjelaskan, yang menganggap sambutan hangat tersebut mencerminkan kebhinekaan Indonesia. Diketahui, InJourney adalah Holding BUMN Pariwisata.
“Peristiwa ini menunjukkan kehebatan Indonesia dan sambutan luar biasa dari masyarakat berbagai agama. Hal ini menggambarkan kebhinekaan yang harus kita sampaikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang sangat toleran,” ungkapnya.
Dony berharap, kejadian ini akan mendorong lebih banyak wisatawan, khususnya umat Buddha dari seluruh dunia, untuk melakukan peribadatan dengan nyaman dan khidmat di Borobudur, Indonesia.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Walubi dan TWC yang telah mempersiapkan tradisi Waisak dengan baik, untuk menciptakan suasana yang nyaman dan sakral bagi umat Buddha yang ingin beribadah di Candi Borobudur.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Walubi, S Hartati Murdaya menyatakan, Borobudur adalah warisan nenek moyang yang sangat luar biasa yang harus dijaga. Sebagai perwakilan umat Buddha, Hartati mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dengan berbagai latar belakang yang turut serta dalam persiapan dan antusiasme dalam merayakan Waisak di Borobudur.
“Saya percaya bahwa semua agama memiliki peran serta dalam hal ini. Fakta bahwa para Bhikku dapat mengunjungi gereja dan masjid dengan sukacita adalah hal yang menggembirakan,” terang Hartati.












Discussion about this post